PERANCANGAN MODIFIKASI/REMASTER DISTRO LINUX FEDORA UNTUK KEPERLUAN STATISTIK January 29, 2008
Posted by asakuratorvald in About Linux, igossummit2.Tags: fedora, igossummit2, linux, remaster, skripsi
8 comments
1. Latar Belakang Pengembangan Sistem
Dunia kerja di era informasi tidak lagi bisa terlepas dari komputer. Setiap orang menggunakan komputer untuk mendukung aktivitasnya. Demikian pula yang terjadi di lingkungan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS). Komputer telah diciptakan untuk mendukung dan memudahkan pekerjaan manusia.
Komputer telah berkembang dengan pesat. Kini, PC (personal computer) tidak hanya bisa mengetik—atau tugas sederhana lainnya, namun dapat pula digunakan untuk mengakses web-site, mengirim email, membuat program, mendengarkan musik, dan menonton film. Hal-hal tersebut dapat dilakukan berkat adanya sistem operasi dalam sebuah komputer.
Sistem operasi menjadikan hubungan antara komputer dan penggunanya demikian mudah. Misalnya, Anda tinggal memasukkan DVD dan meng-klik tombol Play untuk menoton film. Sayangnya sistem operasi yang sangat memudahkan itu harus dibayar mahal . Meski sebagian besar dari kita menggunakan sistem operasi bajakan yang jauh lebih murah.
Selain itu, kita juga harus rela mengalami macet (hang) atau melambatnya komputer dari hari ke hari. Terkadang komputer kita malah tidak bisa digunakan sama sekali dan harus diinstal ulang. Belum lagi kalau komputer kita terkena serangan virus. Kemudahan sistem operasi tersebut harus kita bayar dengan performa yang rendah.
Ketika PC mulai populer di Indonesia pada tahun 1990-an, sulit sekali memindahkan kebiasaaan orang dari mesin ketik ke komputer. Saat ini, sulit pula mengubah kebiasaan sebagian besar orang dari satu sistem operasi ke sistem operasi lainnya. Padahal ada sistem operasi lain yang jauh lebih baik dibandingkan yang biasa—dan sudah menjadi kebiasaan—dipakai. Bahkan sudah ada cap tersendiri di kepala kita bahwa yang namanya komputer itu haruslah dengan sistem operasi Windows, bukan yang lain. Sebuah pandangan dilematis disampaikan oleh Sumitro Rustam :
Bisa Anda bayangkan, sebuah negara dengan pendapatan per kapita per tahun US$600 disuruh bayar US$500. Artinya, uang tersebut habis hanya untuk membeli sebuah software, lantas apakah masyarakat kita tidak makan?
Betapa mahalnya sebuah sistem operasi. Hal ini terjadi karena sistem operasi tersebut adalah barang komersil seperti halnya juga makanan restoran. Tinggal pesan, lalu makan. Kita tidak terbiasa untuk meracik atau meramu sendiri makanan yang akan kita makan. Kasus membuat sambel, misalnya. Bila kita buat sendiri, kita bisa menentukan seberapa pedas sambel yang ingin kita makan, seberapa banyak cabe dan tomat yang akan kita pakai. Sehingga bisa jadi sambel buatan sendiri lebih enak daripada yang dijual di restoran.
Keamanan juga lebih terjamin bila kita membuat sendiri. Karena kita tahu apa saja yang menjadi bahan makanan kita. Bila kita membeli masakan cepat saji, kita tidak tahu. Bisa jadi ada bahan yang kurang sehat bagi tubuh di dalamnya, misalnya formalin/borax.
Kita sudah sangat terlatih untuk menjadi konsumen yang sangat konsumtif dan senang dengan kemudahan. Terkadang kita tidak peduli dengan komposisi bahannya, yang penting enak dan kenyang. Bila tidak bisa membeli di restoran tertentu, karena lapar, kita mencuri. Itulah analogi untuk pembajakan sistem operasi (membajak Windows—penulis) ditambah dengan software-software lainnya.
Penerapan Undang-undang Hak atas Kekayaan Intelektual (UU HaKI) pada 29 Juli 2003 seharusnya membuka mata kita untuk mencari alternatif sistem operasi lain yang murah tetapi dapat diandalkan, mudah digunakan, dan aman dari gangguan virus. Kita tidak bisa selamanya hidup sebagai pembajak. Keterbatasan kita—terutama dana—membuat kita harus lebih kreatif.
Faktor teknis seperti kestabilan, pemanfaatan sumber daya komputasi yang efisien, murah, dan ketersediaan teknologi maju yang masih dalam tahapan riset, dan lain-lainnya merupakan faktor penarik pemanfaatan GNU/Linux di negara berkembang.
Potensi besar GNU/Linux seharusnya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kinerja STIS dan BPS. Selain menghemat anggaran, Linux juga handal, stabil, efisien dan lebih cepat mengadopsi teknologi baru. Lisensi open source-nya memungkinkan kita memodifikasi Linux sesuai dengan kebutuhan kita. Frekuensi Linux untuk crash atau down juga relatif kecil. Sehingga meminimumkan hilangnya waktu produktif yang dihabiskan untuk perbaikan. Sayangnya, potensi besar ini masih dipandang sebelah mata dan masih berupa wacana.
2. Identifikasi Masalah Sistem Berjalan
- windows mahal dan rentan
- windows tidak dapat dikembangkan sendiri
- dana BPS yang terbatas
3. Tujuan Pengembangan Sistem
- Memodifikasi distro linux Fedora sehingga memenuhi kebutuhan komputasi sehari-hari statistisi di BPS
- Menyediakan sebuah sistem operasi siap pakai yang murah dan andal untuk pegawai BPS
- Membangun wacana dan membiasakan civitas STIS dan BPS untuk memiliki kemandirian dalam IT dan dapat mengadopsi teknologi terbaru dalam bidang IT dengan cepat
4. Landasan Teori
a. Konsep dasar sistem
Menurut Ahmad Sofyan (Sofyan, 2006: hal 6), ada beberapa metode yang dapat dipakai dalam membuat sebuah distro linux.
“pertama, biasanya distro dipakai untuk diri sendiri. Distro ini dibuat dengan basis LFS(Linux From Scratch – http://www.lfs.org), dan semua aplikasi dikompilasi dari pristine code (kode program murni). Prses pembuatan dengan distro ini sangat membantu pembuat untuk memahami seluk beluk distro (dan seluk-beluk Linux pada umumnya) dan layout masing-masing distribusi. Kelemahan bentuk ini adalah distronya tidak bisa dibuat satu ISO yang bisa diinstal (kalaupun bisa, akan membutuhkan effort/usaha yang banyak), sehingga sulit untuk didistribusikan kembali.
bentuk kedua, adalah membuat distro dari turunan ditro besar yang sudah mapan.”
Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah bentuk kedua. Yaitu membuat distro dengan memodifikasi distro yang sudah mapan. Metode ini biasa disebut remastering.
Saat ini bahkan sudah ada metode remaster dengan menggunakan wizard. Seperti MySlax untuk Slackware dan Revisor pada Fedora versi 7. Akan tetapi metode ini kurang bisa dikustomisasi dan memerlukan modul-modul siap instal.
Sehingga metode yang akan diapakai dalam peneliatian ini adalah remaster secara manual. Hal ini dimaksudkan agar dapat juga memasukkan paket-paket yang hanya tersedia dalam bentuk source code dan dapat melakukan kustomisasi lebih banyak..
b. Peralatan pendukung
- PC untuk pengembangan
- PC untuk ujicoba
- drive optikal plus media CD/DVD untuk keperluan distribusi
c. Kajian teori
Sebuah sistem operasi setidaknya memiliki dua fungsi utama yaitu:
1. Pengelola seluruh sumber daya sistem komputer(sebagai resource manager)
2. Sistem operasi sebagai penyedia layanan (sebagai Extended/ Virtual Machine)
Menurut Stalling [STA-95] (dalam Bambang, 2005: 21), sebuah sistem operasi harus mempunyai sasaran tertentu.
Sistem operasi mempunyai tiga sasaran, antara lain:
1. Kenyamanan
Sistem operasi harus membuat penggunaan komputer menjadi lebih nyaman.
2. Efisiensi
Sistem operasi menjadikan penggunaan sumber daya komputer secara efisien.
3. Mampu berevolusi
Sistem operasi harus memungkinkan dan memudahkan pengembangan, dan pengajuan fungsi-fungsi yang baru tanpa mengganggu layanan yang dijalankan komputer.
Linux adalah sistem operasi yang disebarkan secara luas dengan gratis di bawah lisensi GNU General Public License (GPL), yang berarti juga source code Linux tersedia. Itulah yang membuat Linux sangat spesial. Linux masih dikembangkan oleh kelompok-kelompok tanpa dibayar, yang banyak dijumpai di internet. Mereka tukar menukar kode, melaporkan bug, dan membenahi segala masalah yang ada. Setiap orang yang tertarik dipersilahkan untuk bergabung dalam pengembangan Linux.
Pada dasarnya komputer hanya bisa menerima perintah dalam sinyal biner 0 dan 1. Untuk memerintahkan sesuatu, kita harus menyusunnya dalam bahasa yang dimengerti oleh komputer. Kemajuan bahasa pemrograman telah mempermudah penyusunan perintah tersebut. Pembuatan program sudah bisa dilakukan dengan bahasa pemrograman yang semakin mendekati bahasa manusia sehari-hari.
Langkah pertama yang dilakukan untuk membuat program adalah mengidentifikasi masalah yang akan kita pecahkan dengan komputer. Selanjutnya kita susun urutan logika pemecahan masalahnya. Berikutnya kita terjemahkan logika tersebut dalam suatu bahasa pemrograman. Terakhir, kode program (biasa disebut sebagai source code atau kode sumber) yang sudah kita buat tadi kita terjemahkan dengan kompiler. Kompiler akan menerjemahkan program yang kita buat ke dalam bahasa biner yang dimengerti komputer. Setelah itu barulah program kita bisa dijalankan.
Sebagai sebuah sistem operasi, Linux juga dibuat dengan cara yang sama. Hanya saja, sistem operasi merupakan program kompleks yang langsung mengakses perangkat keras. Sistem operasi juga bertugas menyediakan sumber daya yang dibutuhkan oleh program-program yang berjalan di atasnya.
Salah satu keunggulan Linux dalam dunia pendidikan komputer adalah kemampuannya menyediakan kode sumber (source code) sehingga dapat diteliti baris demi baris. Implementasi teori sistem operasi dapat diperlihatkan dengan jelas, bahkan penerapan suatu strategi pengaturan baru dapat langsung dilakukan. Sehingga perihal teoretis seperti manajemen task dapat dengan gamblang dijelaskan kaitannya dengan kode yang berjalan.
Linux membukakan kembali pintu baru bagi mahasiswa untuk mempelajari dunia komputasi. Tidak saja dalam penggunaan sistem operasi tetapi lebih dari itu. Hal ini sulit dilakukan dengan menggunakan sistem operasi propietary closed source. Sayang sekali kalau dunia pendidikan TI Indonesia hanya terpaku pada penggunaan sistem operasi populer propietary dan melepaskan kemungkinan mempelajari hal-hal yang lebih dalam ini.
Keunggulan utama yang dapat kita peroleh dari Linux adalah dibukanya kode program pembuatannya (open source). Sehingga setiap orang dapat melihat, mempelajari cara kerjanya, dan memodifikasinya sesuai kebutuh-annya. Bila terjadi kesalahan kita dapat langsung memperbaikinya sendiri atau melaporkannya ke komunitas pengembang Linux. Keamanan sistem juga lebih terjamin karena tidak ada yang ditutup-tutupi.
Hal ini tidak dapat kita lakukan pada sistem operasi dan aplikasi yang closed source atau propietary. Para pengembang yang mendistribusikan sistem operasi dan aplikasinya dalam format propietary tidak menyediakan kode pembuatan programnya. Mereka menganggapnya sebagai kekayaan intelektual yang harus dibayar dengan lisensi. Padahal dengan open source semua orang akan saling menguntungkan dan diuntungkan.
Kita tidak bisa melihat perintah apa saja yang mereka masukkan dalam program yang kita pakai. bila terjadi masalah pada program yang kita pakai, kita harus menunggu para pengembang tersebut untuk untuk mencari solusinya. Hal ini bisa memakan waktu lama dan membuat kita bergantung kepada perusahaan yang mengembangkan program tersebut.
d. Kerangka pikir
- analisis terhadap sistem berjalan
- identifikasi masalah pada sistem berjalan
- perancangan aplikasi secara iterative atau prototyping
- uji coba dan evaluasi
5. Rancangan Awal Sistem
Remaster distro ini akan dibasiskan pada distro Fedora Core versi 6 atau 7. Sebelumnya dilakukan analisis dan pengumpulan data untuk mengetahui aplikasi apa saja yang dibutuhkan dalam keseharian pekerjaan statistisi dan programmer di BPS. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan wawancara pada sampel yang representatif di BPS.
Modifikasi yang akan dilakukan mencakup:
- penambahan paket aplikasi statistik, mencakup gis, clone spss dan lain-lain.
- penambahan paket aplikasi programming, mencakup diagramming seperti UML
dan lain-lain
- pengurangan paket aplikasi games dan lain-lain yang tidak dibutuhkan
6. Daftar Pustaka
Buku
Hariyanto, Bambang. 2005. Sistem Operasi: Edisi Kedua. Bandung: Informatika.
Prayitno, Warso dan I Made Wiryana. 2002. Be LINUXer with Mandrake 8.0. Yogyakarta: Penerbit ANDI.
Sofyan, Ahmad. 2006. Membuat Distro Linux Sendiri. Jakarta: Dian Rakyat.
Majalah
“Mengenal Sistem Operasi UNIX-Like”. Majalah InfoLINUX, Januari, 2001.
Wiryana, I Made. “The Girl from Ipanema dan Linux”. Majalah InfoLINUX.
Juni, 2005.
“Jawaban untuk HaKI: Linux”. Majalah InfoLINUX, Juni, 2003 .
“PC Market”, Majalah PCMedia. Edisi April 2007.
URGENSI PEMANFAATAN GNU/LINUX December 28, 2007
Posted by asakuratorvald in About Linux, About Paper, igossummit2.Tags: igossummit2, linux, paper
add a comment
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
BAB I
PENDAHULUAN……………………………………………………………………………. 1
A. Latar Belakang……………………………………………………………………… 1
B. Identifikasi dan Batasan Masalah…………………………………………….. 3
C. Metode Pembahasan dan Analisis………………….……………………….. 4
D. Sistematika Penulisan……………………………………………………………. 4
BAB II
PENGGUNAAN SISTEM OPERASI DAN PERMASALAHANNYA…………………………………………………………………. 6
A. Selayang Pandang Sistem Operasi…………………………………………… 6
B. Komposisi Penggunaan Linux di STIS……………………………………. 7
C. Komposisi Penggunaan Linux di BPS……………………………………… 7
D. Permasalahan yang Timbul
dengan Penggunaan Windows di STIS…………………………………….. 7
E. Permasalahan yang Timbul
dengan Penggunaan Windows di BPS……………………………………… 8
BAB III
URGENSI PEMANFAATAN LINUX……………………………………………… 9
A. Selayang Pandang Linux………………………………………………………… 9
B. Keunggulan Linux…………………………………………………………………. 11
C. Urgensi Pemanfaatan Linux…………………………………………………… 13
BAB IV
ANALISIS SWOT PADA PEMANFAATAN LINUX………………………. 17
A. Metode SWOT dan Deduksi…………………………………………………… 17
B. Alternatif Solusi……………………………………………………………………. 18
BAB V
PENUTUP……………………………………………………………………………………… 20
A. Kesimpulan…………………………………………………………………………… 20
B. Saran……………………………………………………………………………………. 20
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dunia kerja di era informasi tidak lagi bisa terlepas dari komputer. Setiap orang menggunakan komputer untuk mendukung aktivitasnya. Demikian pula yang terjadi di lingkungan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS). Komputer telah diciptakan untuk mendukung dan memudahkan pekerjaan manusia.
Komputer telah berkembang dengan pesat. Kini, PC (personal computer) tidak hanya bisa mengetik—atau tugas sederhana lainnya, namun dapat pula digunakan untuk mengakses web-site, mengirim email, membuat program, mendengarkan musik, dan menonton film. Hal-hal tersebut dapat dilakukan berkat adanya sistem operasi dalam sebuah komputer.
Sistem operasi menjadikan hubungan antara komputer dan penggunanya demikian mudah. Misalnya, Anda tinggal memasukkan DVD dan meng-klik tombol Play untuk menoton film. Sayangnya sistem operasi yang sangat memudahkan itu harus dibayar mahal1. Meski sebagian besar dari kita menggunakan sistem operasi bajakan yang jauh lebih murah.
Selain itu, kita juga harus rela mengalami macet (hang) atau melambatnya komputer dari hari ke hari. Terkadang komputer kita malah tidak bisa digunakan sama sekali dan harus diinstal ulang. Belum lagi kalau komputer kita terkena serangan virus. Kemudahan sistem operasi tersebut harus kita bayar dengan performa yang rendah.
Ketika PC mulai populer di Indonesia pada tahun 1990-an, sulit sekali memindahkan kebiasaaan orang dari mesin ketik ke komputer. Saat ini, sulit pula mengubah kebiasaan sebagian besar orang dari satu sistem operasi ke sistem operasi lainnya. Padahal ada sistem operasi lain yang jauh lebih baik dibandingkan yang biasa—dan sudah menjadi kebiasaan—dipakai. Bahkan sudah ada cap tersendiri di kepala kita bahwa yang namanya komputer itu haruslah dengan sistem operasi Windows, bukan yang lain. Sebuah pandangan dilematis disampaikan oleh Sumitro Rustam2:
Bisa Anda bayangkan, sebuah negara dengan pendapatan per kapita per tahun US$600 disuruh bayar US$500. Artinya, uang tersebut habis hanya untuk membeli sebuah software, lantas apakah masyarakat kita tidak makan?
Betapa mahalnya sebuah sistem operasi. Hal ini terjadi karena sistem operasi tersebut adalah barang komersil seperti halnya juga makanan restoran. Tinggal pesan, lalu makan. Kita tidak terbiasa untuk meracik atau meramu sendiri makanan yang akan kita makan. Kasus membuat sambel, misalnya. Bila kita buat sendiri, kita bisa menentukan seberapa pedas sambel yang ingin kita makan, seberapa banyak cabe dan tomat yang akan kita pakai. Sehingga bisa jadi sambel buatan sendiri lebih enak daripada yang dijual di restoran.
Keamanan juga lebih terjamin bila kita membuat sendiri. Karena kita tahu apa saja yang menjadi bahan makanan kita. Bila kita membeli masakan cepat saji, kita tidak tahu. Bisa jadi ada bahan yang kurang sehat bagi tubuh di dalamnya, misalnya formalin/borax.
Kita sudah sangat terlatih untuk menjadi konsumen yang sangat konsumtif dan senang dengan kemudahan. Terkadang kita tidak peduli dengan komposisi bahannya, yang penting enak dan kenyang. Bila tidak bisa membeli di restoran tertentu, karena lapar, kita mencuri. Itulah analogi untuk pembajakan sistem operasi (membajak Windows—penulis) ditambah dengan software-software lainnya.
Penerapan Undang-undang Hak atas Kekayaan Intelektual (UU HaKI) pada 29 Juli 20033 seharusnya membuka mata kita untuk mencari alternatif sistem operasi lain yang murah tetapi dapat diandalkan, mudah digunakan, dan aman dari gangguan virus. Kita tidak bisa selamanya hidup sebagai pembajak. Keterbatasan kita—terutama dana—membuat kita harus lebih kreatif.
Faktor teknis seperti kestabilan, pemanfaatan sumber daya komputasi yang efisien, murah, dan ketersediaan teknologi maju yang masih dalam tahapan riset, dan lain-lainnya merupakan faktor penarik pemanfaatan GNU/Linux di negara berkembang.4
Potensi besar GNU/Linux5 seharusnya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kinerja STIS dan BPS. Selain menghemat anggaran, Linux juga handal, stabil, efisien dan lebih cepat mengadopsi teknologi baru. Lisensi open source-nya6 memungkinkan kita memodifikasi Linux sesuai dengan kebutuhan kita. Frekuensi Linux untuk crash atau down7 juga relatif kecil. Sehingga meminimumkan hilangnya waktu produktif yang dihabiskan untuk perbaikan. Sayangnya, potensi besar ini masih dipandang sebelah mata dan masih berupa wacana.
B. Identifikasi dan Batasan Masalah
Identifikasi masalah:
-
Kendala dalam pemakaian Windows
-
Keunggulan GNU/Linux
-
Urgensi pemanfaatan Linux
Batasan Masalah:
-
-
Penggunaan Sistem Operasi dan Permasalahannya
-
Urgensi Pemanfaatan Linux
-
C. Metode Pembahasan dan Analisis
Metode pembahasan yang digunakan adalah kajian pustaka dengan merujuk pada artikel di majalah, buku, dan sumber internet. Untuk melengkapinya, dilakukan wawancara dengan DR. Hasyim Gautama, Sub Direktorat Jaringan dan Komunikasi Data BPS Pusat.
Metode analisis yang digunakan adalah metode SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, Threats) dan penalaran deduksi.
D. Sistematika Penulisan
BAB I Pendahuluan
A. Latar Belakang
B. Identifikasi dan Batasan Masalah
C. Metode Pembahasan dan Analisis
D. Sistematika Penulisan
BAB II Penggunaan Sistem Operasi dan Permasalahannya
A. Selayang Pandang Sistem Operasi
B. Komposisi Penggunaan Linux di STIS
C. Komposisi Penggunaan Linux di BPS
D. Permasalahan yang Timbul
dengan Penggunaan Windows di STIS
E. Permasalahan yang Timbul
dengan Penggunaan Windows di BPS
BAB III Urgensi Pemanfaatan Linux
A. Selayang Pandang Linux
B. Keunggulan Linux
C. Urgensi Pemanfaatan Linux
Bab IV Analisis SWOT pada Pemanfaatan Linux
A. Metode SWOT dan Deduksi
B. Alternatif Solusi
BAB V Penutup
A. Kesimpulan
B. Saran
BAB II
PENGGUNAAN SISTEM OPERASI
DAN PERMASALAHANNYA
A. Selayang Pandang Sistem Operasi
Sebuah sistem operasi setidaknya memiliki dua fungsi utama yaitu:
1. Pengelola seluruh sumber daya sistem komputer (sebagai resource manager)
2. Sistem operasi sebagai penyedia layanan (sebagai Extended/ Virtual Machine)8
Menurut Stalling [STA-95] (dalam Bambang, 2005: 21), sebuah sistem operasi harus mempunyai sasaran tertentu.
Sistem operasi mempunyai tiga sasaran, antara lain:
-
Kenyamanan
Sistem operasi harus membuat penggunaan komputer menjadi lebih nyaman.
-
Efisiensi
Sistem operasi menjadikan penggunaan sumber daya komputer secara efisien.
-
Mampu berevolusi
Sistem operasi harus memungkinkan dan memudahkan pengembangan, dan pengajuan fungsi-fungsi yang baru tanpa mengganggu layanan yang dijalankan komputer.
B. Komposisi Penggunaan Linux di STIS
Menurut pengamatan penulis, penggunaan Linux di STIS masih berupa wacana dalam mata kuliah Sistem Operasi. Pemakaian Linux masih sebatas kesadaran individual. Tidak ada satu PC pun di laboratorium komputer yang terinstal Linux.
-
Komposisi Penggunaan Linux di BPS
Menurut DR. Hasyim Gautama9, pemakaian Linux di BPS masih secara sukarela, belum ada aturan mengikat harus memakai Linux, tergantung kebijakan masing-masing bagian. Di Sub Direktorat Jaringan dan Komunikasi Data, Linux digunakan untuk email server10 dan proxy server11. Distribusi Linux yang digunakan adalah Fedora dan Gentoo. Sedangkan untuk PC klien di BPS masih menggunakan Windows XP dan Office 2000.
D. Permasalahan yang Timbul dengan Penggunaan Windows di STIS
Pengelola laboratorium komputer STIS pernah mengeluhkan gangguan-gangguan pada PC-PC yang dikelolanya kepada penulis. Menyebarnya virus bukanlah barang asing lagi. Lambatnya komputer, restart tiba-tiba, hang merupakan beberapa contoh akibat yang ditimbulkan oleh virus. Gangguan lain yang sering ditemui adalah mahasiswa yang mengutak-atik setting komputer, hingga komputer yang menjadi tidak bisa dipakai.
E. Permasalahan yang Timbul dengan Penggunaan Windows di BPS
Mahalnya lisensi menyebabkan lebih dari 1000 PC klien di BPS masih menggunakan Office 2000. Lebih dari tiga milyar rupiah harus dianggarkan untuk membeli Office 2003. Sebab harga resmi Office 2003 adalah US$ 362, atau sekitar Rp 3.258.00012.
Selain mengelola jaringan, ternyata Sub Direktorat Jaringan dan Komunikasi Data BPS juga bertugas menangani serangan virus di semua bagian. DR. Hasyim Gautama13 menyebutkan lambatnya jaringan, hilangnya data, dan email yang penuh sebagai beberapa akibat yang ditimbulkan oleh serangan virus.
Adanya serangan virus dapat menurunkan produktivitas. Performa komputer turun atau tidak bisa dipakai sama sekali. Data yang hilang pun harus di-entry kembali. Selain itu, ada waktu produktif yang akhirnya dihabiskan untuk perbaikan.
BAB III
URGENSI PEMANFAATAN LINUX
A. Selayang Pandang Linux
Linux adalah sistem operasi yang disebarkan secara luas dengan gratis di bawah lisensi GNU General Public License (GPL), yang berarti juga source code Linux tersedia. Itulah yang membuat Linux sangat spesial. Linux masih dikembangkan oleh kelompok-kelompok tanpa dibayar, yang banyak dijumpai di internet. Mereka tukar menukar kode, melaporkan bug, dan membenahi segala masalah yang ada. Setiap orang yang tertarik dipersilahkan untuk bergabung dalam pengembangan Linux.14
Pada dasarnya komputer hanya bisa menerima perintah dalam sinyal biner 0 dan 1. Untuk memerintahkan sesuatu, kita harus menyusunnya dalam bahasa yang dimengerti oleh komputer. Kemajuan bahasa pemrograman telah mempermudah penyusunan perintah tersebut. Pembuatan program sudah bisa dilakukan dengan bahasa pemrograman yang semakin mendekati bahasa manusia sehari-hari.15
Langkah pertama yang dilakukan untuk membuat program adalah mengidentifikasi masalah yang akan kita pecahkan dengan komputer. Selanjutnya kita susun urutan logika pemecahan masalahnya. Berikutnya kita terjemahkan logika tersebut dalam suatu bahasa pemrograman. Terakhir, kode program (biasa disebut sebagai source code atau kode sumber) yang sudah kita buat tadi kita terjemahkan dengan kompiler. Kompiler akan menerjemahkan program yang kita buat ke dalam bahasa biner yang dimengerti komputer. Setelah itu barulah program kita bisa dijalankan.
Sebagai sebuah sistem operasi, Linux juga dibuat dengan cara yang sama. Hanya saja, sistem operasi merupakan program kompleks yang langsung mengakses perangkat keras. Sistem operasi juga bertugas menyediakan sumber daya yang dibutuhkan oleh program-program yang berjalan di atasnya.
Salah satu keunggulan Linux dalam dunia pendidikan komputer adalah kemampuannya menyediakan kode sumber (source code) sehingga dapat diteliti baris demi baris. Implementasi teori sistem operasi dapat diperlihatkan dengan jelas, bahkan penerapan suatu strategi pengaturan baru dapat langsung dilakukan. Sehingga perihal teoretis seperti manajemen task dapat dengan gamblang dijelaskan kaitannya dengan kode yang berjalan.
Linux membukakan kembali pintu baru bagi mahasiswa untuk mempelajari dunia komputasi. Tidak saja dalam penggunaan sistem operasi tetapi lebih dari itu. Hal ini sulit dilakukan dengan menggunakan sistem operasi propietary closed source. Sayang sekali kalau dunia pendidikan TI Indonesia hanya terpaku pada penggunaan sistem operasi populer propietary dan melepaskan kemungkinan mempelajari hal-hal yang lebih dalam ini.16
Keunggulan utama yang dapat kita peroleh dari Linux adalah dibukanya kode program pembuatannya (open source). Sehingga setiap orang dapat melihat, mempelajari cara kerjanya, dan memodifikasinya sesuai kebutuh-annya. Bila terjadi kesalahan kita dapat langsung memperbaikinya sendiri atau melaporkannya ke komunitas pengembang Linux. Keamanan sistem juga lebih terjamin karena tidak ada yang ditutup-tutupi.
Hal ini tidak dapat kita lakukan pada sistem operasi dan aplikasi yang closed source atau propietary. Para pengembang yang mendistribusikan sistem operasi dan aplikasinya dalam format propietary tidak menyediakan kode pembuatan programnya. Mereka menganggapnya sebagai kekayaan intelektual yang harus dibayar dengan lisensi. Padahal dengan open source semua orang akan saling menguntungkan dan diuntungkan.
Kita tidak bisa melihat perintah apa saja yang mereka masukkan dalam program yang kita pakai. bila terjadi masalah pada program yang kita pakai, kita harus menunggu para pengembang tersebut untuk untuk mencari solusinya. Hal ini bisa memakan waktu lama dan membuat kita bergantung kepada perusahaan yang mengembangkan program tersebut.
B. Keunggulan Linux
Keunggulan Linux dibandingkan dengan sistem operasi lain yaitu17:
-
Linux gratis. Pikirkan Anda mendapat “minuman gratis”. Linux itu 100% gratis, bukan shareware18. Meminjam kopian Linux dan menggunakannya pun masih termasuk legal, atau membeli CD-ROM Linux dengan hanya meng-ganti biaya pembakaran CD dan mungkin beberapa benda lain (manual, aplikasi bonus, dukungan teknis, dan lain-lain). Linux bahkan dapat diambil lewat Internet tanpa biaya tetapi akan menghabiskan waktu dan biaya pengambilan yang tidak murah.
-
Linux siap pakai. Sistem operasi lain memberikan aplikasi awal yang sangat sedikit, mungkin editor teks, aplikasi grafis sederhana dan beberapa permainan dan pengguna harus membeli aplikasi-aplikasi tambahan lainnya. Linux memberikan hampir semua yang pengguna butuhkan dan inginkan, antara lain: variasi editor teks, aplikasi grafis kompleks, browser, permainan, apliksi kantor, aplikasi network, kompiler19, video, audio, dan masih banyak lagi dalam satu paket distribusi.
-
Linux mudah diinstal. pasti banyak orang yang protes mengenai hal ini karena mitos umum adalah Linux sangat sulit diinstalasi, tetapi mungkin ini adalah Linux 3 atau 4 tahun lalu. Bacalah instruksi dengan baik dan ketahuilah jenis perangklat keras yang dipunyai maka…
-
Tidak ada hal yang menjadi sulit. Beberapa kesulitan dapat diatasi dengan berdiskusi antar pengguna Linux baik melalui mailing list atau pun menghubungi Kelompok Pengguna Luinux di kota masing-masing.
-
Linux multitasking. Linux dapat menjalankan beberapa aplikasi dalam waktu yang sama dan masing-masing aplikasi juga dapat melakukan beberapa pekerjaan dalam waktu yang sama (multithreading).
-
Linux multiuser. Lebih dari satu orang dapat memakai Linux pada pada saat yang bersamaan dan hal ini tentunya dapat dilakukan dalam lingkungan jaringan komputer.
-
Linux handal. Linux dapat menangani situs web yang mendapat akses jutaan per hari. Dengan tambahan peralatan Linux dapat berkompetisi dengan super-komputer berharga jutaan dolar. Banyak komputer Linux yang berjalan selama tahunan tanpa pernah sekalipun crash dan ini menunjukkan kehandalannya.
-
Linux fleksibel. Linux tidak peduli apabila dipakai bukan dengan komputer terhebat di pasaran. Ia berjalan dengan baik dengan apapun yang ada misalnya dengan komputer 486 dan memori 8MB. Linux juga dapat berjalan dengan harddisk 50 MB tanpa grafis bahkan untuk sekedar perawatan Linux dapat berjalan dengan hanya satu disket saja.
-
Linux kompatibel. Linux dapat dijalankan di berbagai jenis komputer seperti 386/486/Pentium PC, Macintosh dan PowerPC bahkan komputer Alpha dan SPARC. Linux juga mampu menangani multi prosesor dan mampu menangani hampir semua kartu audio dan video. Linux dapat diinstalasi di harddisk berisi Windows/ DOS (selama masih ada ruang sisa) dan tidak mempengaruhi kinerja keduanya. Linux punya tampilan grafis. Banyak orang (terutama reporter) sepertinya berpikir bahwa Linux itu tidak mempunyai tampilan grafis. Padahal tidak hanya mempunyai satu GUI (Graphical User Interface), tapi Linux mempunyai lusinan GUI. Ingin tampilan seperti Windows 3X, Windows 9X, atau Macintosh, Linux bisa menyediakannya.
-
Linux aman. Selain fakta keuntungan keamanan jaringannya, Linux juga aman untuk penggunaan rumahan. Hanya dengan beberapa persiapan sekuriti dan pengguna rumahan akan aman terhadap virus, lagipula virus tidak dapat mengganggu banyak pada komputer Linux. Apabila pengguna menciptakan account sendiri untuk penggunaan sehari-hari maka sangatlah mustahil untuk melakukan sesuatu yang bodoh seperti memformat harddisk tanpa sengaja.
-
Linux bebas. Tidak seperti sistem operasi pada umumnya, Linux adalah aplikasi gratis. Untuk tambahan penjelasan pertama di atas maka pikirkan “kebebasan berbicara”. Linux disebarkan dengan kode program-nya. Mungkin ada yang berpikiran, “Untuk apa? Saya bukan pemrogram!” Tetapi dengan terdistribusinya kode pembuatan maka tidak ada pihak yang dapat mematikan Linux dengan alasan apapun.
-
Linux tidaklah sempurna. Tidak akan jujur sebuah pernyataan apabila tidak mengungkapkan kelemahan. Dengan mengetahui kelemahan Linux maka pengguna dapat mengetahui sejauh mana Linux dapat dikembangkan dan jangan khawatir dari hari ke hari kelemahan Linux makin berkurang (terbukti dengan GUI Linux).
Tidak ada yang sempurna di dunia ini. Demikian pula halnya Linux. Akan tetapi banyaknya keunggulan Linux di atas tampaknya lebih dari cukup untuk membuka pandangan kita. Dengan begitu banyaknya kelebihan Linux, diharapkan bisa menjadi alternatif sistem operasi yang aman, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan.
C. Urgensi Pemanfaatan Linux
…menurut versi BSA (Bussiness Software Alliance—penulis), Indonesia termasuk ke dalam lima besar negara yang paling banyak melakukan pembajakan.20
Predikat sebagai negara pembajak software tentu dapat merendahkan martabat bangsa. Lantas, bila ingin membeli harganya terlalu mahal. Murahnya Linux dan banyak kelebihan lain menyebabkan pemanfaatan Linux tidak dapat ditunda lagi.
Tetapi kelebihan-kelebihan Linux yang sudah dipaparkan tidak lantas membuat orang memakainya. Seringkali orang masih ragu dan takut mencoba. Sebab, kelebihan-kelebihan tadi masih dirasa abstrak. Berikut ini contoh nyata yang bisa menghilangkan keraguan kita akan performa Linux.
…solusi open source jauh lebih dulu menyediakan GUI berbahasa Indonesia daripada propietary. Solusi server open source andal, sehingga dipilih oleh www.presidensby.info sebagai infrastruktur utama.21
Kekhawatiran akan kurangnya dukungan terhadap Linux juga tidak dapat dijadikan alasan lagi. Karena:
Linux telah mulai didukung perusahaan besar seperti IBM, Informix, SyBase, Oracle, Corel, Intel, Sun Microsystem, Compaq, Dell, dan sebagainya.22
Tidak hanya dukungan dari perusahaan besar, Linux juga sudah didukung oleh pemerintah Indonesia sebagai solusi maraknya pembajakan.
Akhir bulan Agustus 2004 yang lalu, gubernur California, Arnold Schwarzenegger yang dikenal sebagai Terminator membuat satu pernyataan yang cukup kontroversi, yaitu menghimbau seluruh jajarannya untuk memotong anggaran belanja negara dengan menggunakan program open source. Itu berarti menghentikan dukungannya terhadap Microsoft, mengikuti beberapa negara bagian Amerika yang sudah sejak beberapa lama membentuk Government Open Code Collaborative Repository(http://www.gocc.gov)
Indonesia juga tidak kalah dengan gerakan Mr. Terminator tersebut, karena satu bulan sebelumnya, yaitu pada 1 Juli 2004, lima menteri di pemerintahan Megawati yaitu Menteri NegaraRiset dan Teknologi, Menteri Negara Komunikasi dan Informasi, Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara, Menteri Kehakiman dan HAM, serta menteri Pendidikan Nasional secara resmi menyatakan akan menggalakkan penggunaan standar software terbuka melalui gerakan Indonesia Go Open Source (IGOS) yang konon dapat menghemat belanja sampai 20 triliun rupiah.23
BPS (dan STIS sebagai penyangganya) adalah lembaga yang berkecimpung dalam pengolahan data makro. Kekuatan dan kehandalan komputer tentunya menjadi salah satu faktor kunci dalam pengolahan data tersebut. Sebagai BUMN yang memiliki track record komputasi terbaik, seharusnya BPS mampu melihat potensi besar ini.
BPS memang sudah lebih open source daripada proyek IGOS. Sebab, BPS sudah memakai Linux Fedora dan Gentoo sebagai server email dan proxy. Stabilitas Linux dan harga yang murah menjadi pertimbangan utama.24 Akan tetapi mengapa belum diaplikasikan ke PC-PC klien? Kemudahan dalam menggunakan suatu aplikasi hanyalah faktor kebiasaan. Migrasi ke solusi open source juga dapat dilakukan secara bertahap. Kinerja yang baik dan performa Linux yang handal dapat meningkatkan produktivitas BPS. Aplikasi substitusi pun sudah banyak tersedia.
Beberapa tahun yang lalu mungkin sulit mencari pengganti aplikasi yang biasa kita pakai di Windows dalam platform Linux. Namun kini bahkan ada banyak pilihan aplikasi yang dapat menggantikannya.
Berbagai paket Office kini dapat kita temukan. Diantaranya ada Open Office, StarOffice, Koffice, Gnome Office, dan Corel Word Perfect. Paket ini datang dengan word processor (semacam Word), spreadsheet (semacam Excel), presentation (semacam PowerPoint), dan terkadang ditambah beberapa aplikasi lainnya. Ada pula kelompok LaTex yang sangat powerful untuk pembuatan dokumen ilmiah.
Adobe telah menyediakan Acrobat Reader versi Linux. The GIMP dapat menggantikan Photoshop sebagai sebuah pengolah gambar yang kompleks. Aplikasi multimedia untuk mendengarkan musik atau menonton video bisa ditangani oleh Mplayer, Totem, Xine, Amarok, Kaffeine dan lain-lain.
Alih-alih menggunakan Visual Basic dalam pemrograman, kita bisa menggunakan Gambas, Java, Phyton atau C++. Atau daripada menggunakan SQL Server untuk database, kita bisa menggunakan MySQL, PostgreSQL, dan lain-lain. Bagi yang menyukai .NET juga sudah tersedia Mono. Perancangan dan pembuatan diagram seperti flowchart, DFD dan UML dapat dilakukan oleh Dia atau Visual Paradigm for UML.
Luasnya operating system yang dapat mengoperasikan Stata menyebabkan Stata menjadi salah satu standard yang dipergunakan oleh perusahaan terkenal dunia seperti World Bank, Philips, beserta universitas terkenal dunia. Operating sytem dalam kelompok Windows: Windows ME/98/95/2000/NT, Operating system Macintosh, Unix, Linux baik untuk Power Macintosh maupun Intel, HP-UX, AIX, Solaris (SPARC), Digital Unix, yang kesmuanya untuk penguna tunggal maupun pengguna dalam sistim networking.25
Aplikasi geocomputing seperti GIS dapat diwakili oleh Gpsdrive.26 Stata dapat menggantikan SPSS untuk analisis statistik. Bagi yang tetap ingin sesuatu yang mirip dengan SPSS juga tersedia SalStat.27
Selama ini proses pembelajaran di STIS (di laboratorium komputer) masih banyak menggunakan aplikasi berbasis Windows. Hadirnya aplikasi-aplikasi pengganti di atas juga mendorong urgensi pemanfaatan Linux di STIS. Alasan seperti tidak adanya aplikasi tertentu di Linux tidak lagi valid. Pembelajaran pemrograman, database, sistem operasi, dan statistik tidak lagi harus dijalankan di atas platform Windows.
Menurut DR Hasyim Gautama, SDM di BPS yang mengerti Linux masih sangat sedikit, tetapi untuk orang jaringan harus tahu.28 Sebagai penyedia SDM untuk BPS, STIS perlu memperhatikan hal ini. Selain itu, sebagai sebuah institusi pendidikan, seharusnya STIS lebih cepat mengadopsi teknologi baru.
Institusi pendidikan harus berfungsi sebagai lembaga riset. Linux dan open source memungkinkan STIS membangun aplikasi dan sistem dengan teknologi terbaru sesuai kebutuhan BPS. Aplikasi dan sistem yang dibangun dengan matang tentu akan membawa manfaat lebih besar. Selain itu, dengan membangun sendiri, kita telah berperan sebagai produsen. Kita tidak lagi hanya menunggu dan menjadi konsumen.
BAB IV
ANALISIS SWOT
PADA PEMANFAATAN LINUX
A. Metode SWOT dan Deduksi
-
-
-
Buku A Guide to the Project Management Body of Knowledge, (PMBOK® Guide) menyebutkan analisis SWOT sebagai:
-
Information gathering technique examines the project from the perspective of each project’s strengths, weaknesses, opportunities, and threats to increase the breadth of the risks considered by risk management.29
-
-
Sebuah teknik pengumpulan informasi dengan melihat kekuatan (strength), kelemahan (weakness), kesempatan (opportunities) dan ancaman (threats)yang ada dalam penerapan suatu proyek. Informasi yang terkumpul akan kita pilah-pilah dalam bentuk tabel SWOT. Dengan pemilahan informasi tersebut kita dapat meningkatkan keluasan pertimbangan resiko dalam penerapan sesuatu. Teknik ini akan kita gunakan untuk mengukur resiko pemanfaatan Linux di lingkungan STIS dan BPS.
Deduksi merupakan bentuk inferensi yang bertujuan menarik kesimpulan—kesimpulan ini haruslah sebagai akibat dari alasan-alasan yang diajukan. Alasan-alasan ini dikatakan mencerminkan suatu kesimpulan dan memberikan suatu bukti. Ini adalah hubungan antara alasan dan kesimpulan yang lebih kuat daripada dalam induksi.30
Selanjutnya hasil analisis SWOT tersebut akan kita simpulkan dengan menggunakan penalaran deduksi. Tabel SWOT yang berisi informasi yang sudah dikategorikan akan menjadi alasan yang digunakan dalam teknik inferensi ini.
Tabel SWOT Pemanfaatan Linux di STIS dan BPS31
-
Strength
Weakness
Kita dapat memperkirakan bahwa resiko pemafaatan Linux relatif kecil. Hal ini dapat kita simpulkan dari banyaknya unsur positif dalam pemanfaatan Linux daripada unsur negatifnya. Perlawanan dari Microsoft dan adanya software non-GPL (General Public License) yang tidak open source dapat dilawan oleh adanya dukungan pemerintah dan vendor-vendor besar (IBM, Intel, Dell, dan lain-lain). Dengan resiko yang minimal, dengan demikian pemakaian Linux tidak akan terlalu bermasalah.
B. Alternatif Solusi
Beberapa solusi yang dapat diajukan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas penggunaan Linux adalah dengan menambahkan Linux dalam kurikulum. Linux dijadikan salah satu bahasan penting, seperti halnya juga bahasan sistem operasi lain seperti Windows. Dengan cara ini diharapkan mahasiswa bisa memanfaatkan ilmunya di dunia kerja nanti dan menjadi lebih kreatif. Namun, hal pertama yang harus mendapatkan perhatian adalah dengan menambahkan Linux di laboratorium komputer STIS. Dengan begitu, mahasiswa mempunyai akses pembelajaran Linux secara keseluruhan; bukan hanya teori di kelas saja, tapi juga disertai dengan praktek di laboratorium.
Budi Rahardjo32 mengatakan:
Ada beberapa orang yang berpendapat bahwa sekolah ilmu komputer tidak diperlukan di Indonesia. Mereka berpendapat demikian setelah melihat bahwa banyak progammer di Indonesia yang tidak memiliki latar belakang pendidikan formal di bidang Ilmu Komputer (computer science) atau yang sejenis. Jika memang demikian, apa gunanya seolah ilmu komputer?
Memang banyak orang yang (merasa) pandai membuat program tanpa memiliki dasar ilmu komputer. Namun, mereka ini sebetulnya hanya cocok untuk membuat program dalam skala yang kecil. Begitu mereka diminta untuk membuat program dalam skala besar, maka hasilnya tidak baik. Ada program yang berjalan sangat lambat dan bahkan tidak dapat digunakan dalam skala yang besar. Misalnya, programnya jalan untuk 100 pengguna, akan tetapi menjadi gagal berfungsi jika digunakan untuk 1000 pengguna.
Kalau dianalogikan dengan dunia arsitektur atau sipil, ini sama dengan orang biasa yang merasa bisa mendesain dan membangun rumah. Banyak orang yang mendesain dan membangun rumahnya sendiri. Hal ini memang masih bisa untuk rumah yang kecil atau bahkan dua tingkat. Akan tetapi orang yang bersangkutan tidak dapat digunakan untuk mendesain dan membangun hotel dengan 20 lantai dan ratusan kamar.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
-
Penggunaan Linux di STIS masih berupa wacana dalam mata kuliah Sistem Operasi.
-
Penerapan Undang-undang Hak atas Kekayaan Intelektual (UU HaKI) pada 29 Juli 2003 seharusnya membuka mata kita untuk mencari alternatif sistem operasi lain yang murah tetapi dapat diandalkan, mudah digunakan, dan aman dari gangguan virus.
-
Murahnya Linux dan banyak kelebihan lain menyebabkan pemanfaatan Linux tidak dapat ditunda lagi.
B. Saran
-
Sebagai sebuah institusi pendidikan, seharusnya STIS lebih cepat mengadopsi teknologi baru.
-
Institusi pendidikan harus berfungsi sebagai lembaga riset. Linux dan open source memungkinkan STIS membangun aplikasi dan sistem dengan teknologi terbaru sesuai kebutuhan BPS.
DAFTAR PUSTAKA
A. Buku
Brunner, Laurel dan Zoran Jevtic. 1998. Mengenal Internet for Beginners. Bandung: Mizan.
Cooper, Donald R. dan C. William Emory. Metode Penelitian Bisnis, Jilid 1, Edisi Kelima. Erlangga: Jakarta.
Hosea, Donny. 2001. Statistik Menggunakan Stata 7.0: Singkat Tepat Jelas. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Hariyanto, Bambang. 2005. Sistem Operasi: Edisi Kedua. Bandung: Informatika.
Keraf, Gorys. 1984. Komposisi: Sebuah Pengantar Kemahiran Bahasa. Flores: Nusa Indah.
Nadjib, Emha Ainun. 1995. Opini Plesetan. Bandung: Mizan.
Prayitno, Warso dan I Made Wiryana. 2002. Be LINUXer with Mandrake 8.0. Yogyakarta: Penerbit ANDI.
Team Lib. 2004. A Guide to the Project Management Body of Knowledge, (PMBOK® Guide). Pennsylvania: Project Management Institute.
B. Majalah
“Jawaban untuk HaKI: Linux”. Majalah InfoLINUX, Juni, 2003 .
“Mengenal Sistem Operasi UNIX-Like”. Majalah InfoLINUX, Januari, 2001.
“PC Market”, Majalah PCMedia. Edisi April 2007.
Gunung Sarjono, ”Proxy Server: Apa dan Bagaimana”, PCMedia, April, 2007.
Noprianto, “.NET di Linux”, Majalah InfoLINUX, Februari, 2007.
________, “Linux untuk Generasi Penerus Bangsa”, Majalah InfoLINUX, Juli, 2004.
Rahardjo, Budi. “Perlukah Sekolah Ilmu Komputer?”, Majalah InfoLINUX. Mei, 2005.
Sunggiardi, Michael S. “Open Source = Cut Budget?” Majalah Info LINUX. Oktober, 2004.
Supriyanto, “Migrasi Radikal ke Linux”, Majalah InfoLINUX. November, 2006.
Wiryana, I Made. “The Girl from Ipanema dan Linux”. Majalah InfoLINUX. Juni, 2005.
______________. “Tiup Lilin di tengah MoU Siluman”. Majalah InfoLINUX. Januari, 2007.
C. Internet
1 Lisensi resmi Microsoft Windows XP Professional with SP2 untuk satu komputer adalah
US$ 295 atau sekitar Rp 2.655.000 dengan asumsi kurs $1 = Rp 9.000 (“PCMarket”, Majalah PCMedia April, 2007, halaman 184)
2Sumitro Rustam adalah mantan Direktur Indosat, Direktur PT Pos Indonesia, sekarang Komisaris PT Pos Indonesia yang aktif menyarankan Linux sebagai solusi UU HaKI.
“Jawaban untuk HaKI: Linux”. Majalah InfoLINUX, Juni, 2003, hal. 32
3Ibid.
4I Made Wiryana, Kata Pengantar Pakar, Be LINUXer with Mandrake 8.0 (Penerbit ANDI, 2002), hal. x
5 GNU adalah singkatan dari GNU Not Unix. Proyek ini diluncurkan tahun 1984 untuk mengembangkan sistem operasi unix-like yang lengkap, dengan kata lain, GNU System. Salah satu varian GNU ini menggunakan kernel Linux, sehingga sering disebut sebagai GNU/Linux.
(“Mengenal Sistem Operasi UNIX-Like”. Majalah InfoLINUX, Januari, 2001, Hal. 11-12)
6Konsep open source akan dibahas di Bab III—penulis.
7Crash atau down adalah kondisi komputer sangat lambat atau tidak bisa dipakai sama sekali— penulis.
8Sumber daya komputer dibagi menjadi dua yaitu sumber daya fisik dan sumber daya abstrak. Sumber daya fisik, misalnya: keyboard, mouse, layar monitor, memori, harddisk, scanner, dan sebagainya. Sedangkan sumber daya abstrak terdiri dari data dan program. Bambang Hariyanto, Sistem Operasi (Informatika, 2005) hal. 19-20
9 Dirangkum dari hasil wawancara penulis di BPS Pusat, pada tanggal 11 Juni 2007.
10 “…server adalah komputer induk yang melayani komputer lain, sedangkan klien adalah komputer yang memanfaatkan komputer server.” (Laurel Brunner dan Zoran Jevtic, Mengenal Internet for Beginners. (Mizan, 1998) hal. 31
Email server berguna untuk melayani akses email keluar masuk, juga dapat berguna untuk menyaring email yang berisi iklan—penulis.
11 “Proxy server mula-mula dikembangkan untuk menyimpan halaman web yang sering diakses. Dengan menyimpan halaman tersebut pada server lokal, proxy dapat menghilangkan akses internet yang berlebih untuk mengambil kembali halaman yang sama berulang-ulang.”
(Gunung Sarjono, ”Proxy Server: Apa dan Bagaimana”, PCMedia, April, 2007, hal 142)
12Diasumsikan kurs dolar US$ 1 = Rp 9.000 (”PCMarket”, Majalah PCMedia,April, 2007, halaman 184)
13Dirangkum dari hasil wawancara penulis di BPS Pusat, pada tanggal 11 Juni 2007.
14 “Mengenal Sistem Operasi UNIX-Like”. Majalah InfoLINUX, Januari, 2001, hal. 11-12
15Bahasa manusia yang dimaksud adalah bahasa Inggris, sebab kebanyakan pembuat komputer pertama menggunakan bahasa Inggris. Bahasa pemrograman dapat dipelajari setiap orang yang berminat dengan modal bahasa Inggris dan logika pemecahan masalah.
16 I Made Wiryana. “The Girl from Ipanema dan Linux”. Majalah InfoLINUX. Juni, 2005, hal 10
17 “Mengenal Sistem Operasi UNIX-Like”. Majalah InfoLINUX. Januari, 2001, Hal. 11-12
18 Shareware adalah program yang diberikan secara gratis namun hanya untuk uji coba. Biasanya ada pengurangan fungsi program atau pembatasan masa pakai pada aplikasi ini—penulis.
19Browser adalah program untuk mengakes internet di PC klien. Aplikasi network dipakai untuk menghubungan, mengelola, dan melakukan kegiatan dalam suatu jaringan komputer. Kompiler adalah program yang menterjemahkan kode-kode program dalam bahasa yang mendekati bahasa manusia menjadi kode-kode biner yang dimengerti komputer.
20 Supriyanto, ”Migrasi Radikal ke Linux”, Majalah InfoLINUX. November 2006, hal. 42
21 I Made Wiryana, “Tiup Lilin di tengah MoU Siluman”. Majalah InfoLINUX. Januari, 2007, hal. 10
22 Hariyanto, Bambang. Sistem Operasi (Informatika, 2005) hal. 52
23 Michael S. Sunggiardi. “Open Source = Cut Budget?”, Majalah Info LINUX. Oktober, 2004, hal. 12
24 Dirangkum dari hasil wawancara penulis dengan DR. Hasyim Gautama, Sub Direktorat Jaringan dan Komunikasi Data, di BPS Pusat, pada tanggal 11 Juni 2007.
25 Donny Hosea. Statistik Menggunakan Stata 7.0: Singkat Tepat Jelas. (Elex Media Komputindo, 2001), hal. viii
26 Contoh aplikasi yang disebutkan di atas disarikan dari Noprianto, “Linux untuk Generasi Penerus Bangsa”, Majalah InfoLINUX, Juli, 2004. hal. 42-43; Supriyanto, “Software”, Majalah InfoLINUX, November, 2006, hal. 23; dan Noprianto, “.NET di Linux”, Majalah InfoLINUX, Februari, 2007, hal. 30)
27 Keterangan lebih lanjut mengenai SalStat bisa diperoleh di www.linux.org
28 Dirangkum dari hasil wawancara penulis di BPS Pusat, pada tanggal 11 Juni 2007.
-
29 Team Lib. A Guide to the Project Management Body of Knowledge, (PMBOK® Guide), (Project Management Institute, 2004), hal. Definitions.
30Donald R. Cooper dan C. William Emory. Metode Penelitian Bisnis, Jilid 1, Edisi Kelima. (Erlangga), hal. 27.
31Tabel SWOT ini disusun berdasarkan paparan penulis pada bab-bab sebelumnya.
32 Budi Rahardjo, “Perlukah Sekolah Ilmu Komputer?”, Majalah InfoLINUX. Mei, 2005, hal. 11
Mandriva Linux? Let’s Try It! December 28, 2007
Posted by asakuratorvald in About Linux, igossummit2.Tags: artikel, igossummit2, linux
add a comment
Anda sudah kenal Linux? Ya, tentu saja. Anda sudah berkenalan dengan Linux di edisi lalu. Anda masih belum kenal? Coba dapatkan majalah Bekas edisi lalu, Anda dapat menghubungi redaksi untuk hal ini. Namun, mari kita bahas sedikit. Linux merupakan salah satu sistem operasi alternatif terbaik saat ini. Bahkan Linux sudah cukup matang untuk dipakai sebagai sistem operasi utama, baik untuk penggunaan di rumah maupun di kantor.
Mengapa Mandriva
Pada edisi kali ini kita akan mencicipi salah satu distro Linux. Mungkin akan muncul di benak Anda, distro mana yang akan kita coba? Mengingat banyaknya distro Linux yang tersedia. Kali ini, penulis memiilih Mandriva 2006.1 yang terdiri dari 3 CD. Mandriva dipilih karena merupakan distro yang paling mudah digunakan. distro yang sebelumnya dikenal dengan nama Mandrake ini juga sering disarankan untuk para pemula. meskipun tidak sedikit juga advance user/expert yang menggunakannya.
Sekilas Distro
Mandriva adalah nama baru dari Mandrakesoft. Nama ini diambil dari gabungan nama Mandrakesoft dan Connectiva. Sebagaimana dilansir oleh InfoLINUX, pada 30 Maret 2005 Mandrakesoft telah membeli seluruh saham Connectiva dan menggabungkan kedua perusahaan tersebut. Mandrakesoft yang berbasis di Prancis ini mengakuisisi Connectiva yang berbasis di Brazil ini untuk melebarkan sayapnya di Amerika Latin.
CD instalasi Mandriva menyertakan kernel Linux 2.6.9, KDE 3.4, Gnome 2.4, IceWM, dan beberapa desktop manager kecil lain. untuk keperluan kantor tersedia OpenOffice 2.0, AbiWord 2.4, Gnumeric, serta Koffice. untuk keperluan multimedia ada Kaffeine, Xine, dan masih banyak aplikasi lain yang mendukung kerja dan hiburan.
Anda dapat menginstal Mandriva pada sistem komputer dengan prosesor 233 Mhz, dan kebutuhan ruang harddisk sekitar 2,5 Gb untuk instalasi lengkap. Yang perlu diperhatikan, bila Anda ingin menggunakan KDE, minimal perlu memory 82 MB.
Proses Instalasi Mandriva
Secara umum instalasi biasa langsung dilakukan dari CD-ROM. Anda perlu menyiapkan CD instalasi Mandriva yang terdiri dari 3 CD. Untuk memulai instalasi, boot-lah komputer Anda dengan CD 1 Mandriva. Anda bisa melakukannya dengan mengubah boot priority pada BIOS (Basic Input Output System). Tunggu sampai muncul tampilan awal instalasi seperti pada gambar 1. Tekan saja [Enter] untuk memulai instalasi.
Berikutnya akan tampak pilihan bahasa yang akan dipakai pada instalasi. Ada banyak bahasa pengantar instalasi yang disediakan Mandriva. Anda bahkan bisa memilih bahasa Indonesia untuk memandu proses instalasi ini. Namun bila Anda lebih terbiasa dengan baha Inggris, teruskan saja instalasi dengan meng-klik tombol [Next].
Selanjutnya ada halaman yang berisi License Agreement. Anda harus menyetujui pernyataan lisensi yang ada dengan meng-klik [Accept] dan menekan tombol [Next] untuk melanjutkan proses instalasi.
Lalu akan muncul pilihan untuk security. Anda bisa memilih High sesuai default. Atau bila Anda ingin, ada juga pilihan Standard, Very High, dan Paranoia. pilihan ini akan menentukan standar keamanan yang dipakai di komputer Anda. setelah itu klik [Next] untuk melanjutkan instalasi.
Kemudian kita akan masuk ke pemilihan partisi. Akan ada pilihan Use Existing Partition, Erase and Use Entire Harddisk, Use the Free Space on Windows Partition, dan Custom Disk Partitioning. Ini adalah bagian yang berbahaya bagi pemula.
Untuk pilihan Use Existing Partition, siapkan dulu partisi yang akan digunakan menggunakan software partisi seperti Partition Magis atau FDISK. Atau bisa juga dengan mengosongkan salah satu partisi Windows yang sudah ada. Lalu pilih partisi yang sudah disiapkan tersebut.
Pastikan Anda tidak memilih Erase and Use Entire Harddisk, kecuali komputer Anda benar-benar kosong dan baru dibeli. Sebab, pilihan ini akan menghapus seluruh isi harddisk Anda.
Bila Anda bingung, Anda dapat dengan aman memilih Use the Free Space on Windows Partition, namun Mandriva Linux akan berjalan lebih lambat dibanding bila Anda menyiapkan sebuah partisi untuknya. Dan Anda harus benar-benar tahu apa yang Anda lakukan biala Anda memilih Custom Disk Partitioning.
Berikutnya Anda akan diadapkan pada pemilihan paket-paket software yang akan diinstal di komputer Anda. Pada kategori Workstation, Anda bisa memilih aplikasi-aplikasi yang akan Anda instal dan gunakan untuk bekerja. Anda bisa memilih paket Office yang akan digunakan, Game yang akan dimainkan, dan sebagainya. perhatikan kebutuhan yang Anda perlukan dan space harddisk yang tersedia.
Pada bagian Server, Anda bisa memilih server apa saja yang akan diinstal. Lalu pada bagian Desktop Environment, Anda bisa memilih untuk memakai KDE, Gnome, IceWM, atau yang lainnya. Anda juga bisa menginstal semua desktop environment yang tersedia dan menggunakannya secara bergantian sesuai dengan mood Anda.
Selanjutnya proses instalasi akan dimulai. Prosesnya dapat berlangsung selama kurang lebih 20 menit. tergantung pada banyaknya aplikasi yang Anda pilih untuk diinstal dan seberapa cepat komputer Anda. Anda dapat menunggunya sambil melakukan berbagai hal. misalnya membaca majalah atau minum kopi. sebab, di tengah instalasi Anda akan diminta untuk memasukkan CD 2 dan CD 3.
Setelah instalasi selesai, Anda akan diminta untuk memsukkan password root. Meskipun ada pilihan [No Password], sebaiknya Anda mengisinya. Ini adalah password Administrator komputer Anda. Sebaiknya Anda tidak sering-sering [Log In] dengan user root. Sebab, user ini memiliki kekuasaan tak terbatas dan bisa merusak sistem jika Anda tidak tahu apa yang Anda lakukan.
Berikutnya akan ada menu untuk membuat user biasa. Anda dapat membuat user name untuk setiap orang yang akan menggunakan komputer Anda. Di sini ada pilihan [Real Name] yang dapat diisi dengan nama asli, dapat menggunakan kombinasi huruf besar dan huruf kecil. Lalu user name yang hanya bisa diisi dengan huruf kecil. Anda bisa meberi password untuk setiap user name atau mengosongkannya. Selain itu, Anda juga bisa memilih icon yang lucu untuk setiap user name yang ada.
Selanjutnya akan muncul pilihan untuk menginstal Boot Loader. Aplikasi ini sangat berguna bila Anda memiliki sistem operasi lain selain Mandriva Linux, misalnya Windows XP. Saat booting, boot loader akan memberi pilihan, apakah Anda akan menggunakan Mandriva Linux atau Windows XP. Anda juga dapat memberi batasan waktu default. Misalnya jika Anda tidak memilih selama 15 detik, komputer akan otomatis menjalan Mandriva Linux.
Yang perlu diperhatikan adalah pilihan untuk menginstal boot loader di Master Boot Record (MBR) alias first sector of harddrive ataukah di first sector of root partition. Bila Anda tidak memiliki boot loader yang lain, pilih MBR. Namun, bila Anda ingin menggunakan boot loader lain atau menggunakan boot loader dari sistem operasi lain seperti Windows XP, pilih untuk menginstal boot loader di first sector of root partiton.
Di sini akan ada dua pilihan, yaitu Lilo dan Grub. Saya sarankan untuk memilih Lilo with graphical interface. Sebab, Lilo lebih mudah ditur atau dikustomisasi dan tampilannya lebih menarik dibanding Grub.
Selanjutnya adalah konfigurasi akhir pasca instalasi. Lakukan konfigurasi jika diperlukan atau menurut Anda ada konfigurasi yang belum sesuai dengan yang Anda inginkan.
Terakhir, akan muncul ucapan selamat bahwa Anda telah berhasil menginstal Mandriva Linux. keluarkan CD instalsi dari drive CD-ROM dan restart komputer Anda. Saya ucapkan selamat. Anda telah berhasil menginstal Mandriva Linux di komputer Anda. Contoh tampilan desktop Mandriva dapat dilihat pada gambar 16 dan 17.