Zaitun Time Series, Winner dalam Ajang INAICTA 2009 * August 11, 2009
Posted by asakuratorvald in About Indonesia, About Linux.Tags: inaicta, liputan, open source, software, statistics, statistik
add a comment
Sekali lagi prestasi tingkat nasional diraih oleh insan BPS. Uniknya, prestasi kali ini pada bidang Teknologi Informasi. Pencapaian ini bisa menjadi tonggak membaiknya kembali citra BPS sebagai instansi pembina jabatan pranata komputer. Sebuah software analisis data time series karya alumni Komputasi Statistik STIS angkatan-45 memperoleh predikat Winner dalam Indonesian ICT Award 2009 untuk kategori Research and Development. Tim pengembang Zaitun Time Series pun berhak mendapatkan hadiah berupa piala, piagam dan sejumlah uang jutaan rupiah. Indonesian ICT Award 2009 adalah acara akbar berskala nasional yang diselenggarakan komunitas teknologi informasi dan komunikasi di tanah air, dengan dukungan penuh dari Departemen Komunikasi dan Informatika, yang bertujuan untuk memberikan apresiasi terhadap karya-karya terbaik bangsa di bidang telematika.
Acara ini diikuti oleh 700 peserta dalam 18 kategori perlombaan, terdiri atas 10 kategori profesional dan 8 kategori student. Pada 28-29 Juli 2009, lima nominator dari masing-masing kategori mengadakan pameran dan presentasi hasil karyanya di Jakarta Convention Center. Mereka memperebutkan total hadiah senilai 1 Milyar rupiah. Zaitun Time Series (ZTS) adalah aplikasi yang dibuat dengan tujuan untuk memudahkan pengguna melakukan analisis terhadap suatu data time series serta melakukan prediksi/peramalan terhadap data tersebut. Zaitun Time Series pertama kali dikembangkan oleh tim ”Time Series” sebagai tugas akhir pada jenjang pendidikan DIV di Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS), Jakarta Tahun 2007. Tim ini awalnya beranggotakan mahasiswa jurusan komputasi statistik STIS, yaitu Rizal Zaini Ahmad Fathony, Suryono Hadi Wibowo, Almaratul Sholihah, Muhamad Fuad Hasan, Rismawaty, Wawan Kurniawan. Versi awal Zaitun Time Series (versi 0.1.1) selesai pada bulan Agustus 2008, dan di bulan Oktober 2008 Zaitun Time Series diperkenalkan ke publik melalui site http://www.zaitunsoftware.com , dan dapat diunduh secara gratis. Saat ini, versi terakhir Zaitun Time Series adalah versi 0.1.4. Zaitun Time Series adalah aplikasi yang didesain untuk analisis statistik terhadap data time series. Aplikasi ini menyediakan cara yang mudah dalam pemodelan dan peramalan data time series. Berbeda dengan kebanyakan aplikasi time series lainnya, Zaitun Time Series adalah aplikasi time series yang gratis, mudah digunakan, user friendly, dan dapat digunakan untuk kepentingan apapun. Zaitun Time Series juga menyediakan berbagai analisis statistik dan neural network, serta alat bantu grafis yang akan membuat pekerjaan dalam menganalisis data time series menjadi lebih mudah. Analisis statistik dan neural networks antara lain: Trend Analysis, Decomposition, Moving Average, Exponential Smoothing, Correlogram, dan Neural Networks. Sedangkan alat bantu grafisnya antara lain: Time Series Plot, Actual and Predicted Plot, Actual and Forecasted Plot, Actual vs Predicted Plot, Residual Plot, Residual vs Actual Plot, dan Residual vs Predicted Plot. Hingga kini, Zaitun Time Series terus dikembangkan lebih lanjut oleh developer team yang terdapat di www.zaitunsoftware.com . Tim pengembang yang masih aktif sampai sekarang adalah Rizal Zaini Ahmad Fathony (core developer, staf IPDS BPS Kab. Rokan Hilir), Suryono Hadi Wibowo (BPS Kab. Ende, Flores), dan Lia Amelia (BPS Provinsi Sumatera Selatan). Amin Rois Sinung Nugroho (ARSN, BPS Kab. Selayar, Sulawesi Selatan) berinisiatif meliput dan mewawancarai Rizal Zaini Ahmad Fathony (RZAF) untuk Varia Statistik BPS dan Buletin Statistika STIS. Berikut petikan wawancaranya:
ARSN: Kenapa dinamakan Zaitun?
RZAF: Awalnya kami ingin menamai software kami dengan nama buah. Pilihan kami jatuh ke Zaitun yang berdasarkan literatur mempunyai banyak manfaat. Kami berharap software ini juga bisa banyak bermanfaat untuk masyarakat luas tidak hanya di dalam negeri tapi juga di seluruh dunia.
ARSN: Dari mana munculnya ide untuk membuat ZTS?
RZAF: Dulu, awalnya saya ingin membuat skripsi berupa sebuah aplikasi statistik yang ‘all in one’ dimana mulai dari pengentrian data sampai analisis bisa dilakukan di aplikasi itu. Sampai akhirnya salah satu dosen saya, Firdaus, MBA, menawarkan topik time series yang akan melibatkan beberapa mahasiswa. Setelah itu, saya mulai mencari referensi tentang time series. Saya kemudian tertarik untuk mengembangkan aplikasi time series, karena melihat akan ada peluang aplikasi saya nantinya akan bermanfaat bagi orang banyak. Konsentrasi skripsi saya di Neural Network dan Algoritma Genetika untuk peramalan time series. Setelah membaca referensi-referensi yang berkaitan, saya mencoba berkonsultasi dengan pakar-nya yaitu Dr. Muchamad Romzi. Akhirnya saya mengajukan topik tersebut dengan pembimbing Dr. Muchamad Romzi. Enam orang tim time series dibimbing oleh 5 dosen berbeda.Tapi alhamdulillah dengan kekompakan, kami bisa menyelesaikan dengan baik.
ARSN: Apa manfaat program ini bagi masyarakat Indonesia? Bagaimana potensi penggunaan program ini bagi publik?
RZAF: Manfaat yang dapat diperoleh bagi masyarakat Indonesia dan juga dunia diantaranya masyarakat dapat memenfaatkan Zaitun Time Series secara gratis untuk diterapkan pada data-data time series yang mereka miliki. Potensi pengunaan program ini bagi publik sangat luas, karena data time series yang tersebar di berbagai bidang. Penggunaannya terutama bagi praktisi yang berkecimpung dengan data-data time series dan peramalan serta dari kalangan akademis.
ARSN:Apa saja kesan dan pesan Anda terhadap pelaksanaan lomba ini? RZAF: Alhamdulillah dengan tekad yang kuat kami tetap berusaha untuk berkompetisi di INAICTA kali ini walau harus dengan biaya sendiri. Semua biaya dalam acara ini memang kami tanggung sendiri. Mulai dari awal penjurian, transport ke Jakarta dari daerah, biaya pembuatan stand/booth pada saat eksibisi (semua nominator diwajibkan membuat stand). Kami sangat bangga bisa berpartisipasi dalam acara ini. Produk-produk yang diajukan pada INAICTA merupakan karya-karya terbaik di bidang TI Indonesia dengan kualitas yang bagus. Wah, seru banget lombanya, karena ini memang ajang aktualisasi diri segala komponen masyarakat, baik dari perorangan, kelompok, institusi pendidikan, lembaga riset, bahkan perusahaan, semua saling beradu kreativitas di sini.
ARSN: Apa yang diharapkan dengan mengikutsertakan produk ini ke INAICTA 2009? RZAF: Harapan kami dengan mengikutsertakan Zaitun Time Series ke INAICTA 2009 adalah untuk lebih memperkenalkan produk ini ke masyarakat luas. Kami sangat berharap produk ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas, dan juga oleh kalangan akademis (mahasiswa atau dosen) di universitas-universitas. Kami juga berharap akan ada pihak-pihak atau sponsor yang membantu kami untuk lebih mengembangkan Zaitun Time Series kedepan sesuai roadmap yang telah dibuat.
ARSN: Apa saja kendala yang dihadapi dalam pembuatannya dan selama portal ini diluncurkan?
RZAF: Kendala yang kami hadapi dalam pembuatan salah satunya kami agak kesulitan dalam mencari referensi ilmiah, terutama dari segi konsep statitsik dan komputasinya. Alhamdulillah berkat bantuan dari berbagai pihak, akhirnya kami bisa menyelesaikan aplikasi ini. Selama portal diluncurkan, kendalanya diantaranya adalah untuk pendistribusian software nya. Zaitun Time Series belum banyak dikenal. Kami hanya menggunakan website saja untuk pendistribusiannya. Kendala lainnya adalah kesibukan anggota tim (yang masing-masing mempunyai aktivitas sendiri-sendiri) yang seringkali memperlambat pengembangan Zaitun Time Series selanjutnya.
ARSN: ZTS ini dibangun dengan teknologi apa?
RZAF: ZTS didevelop menggunakan bahasa pemrograman C# dan platform .NET. Sedangkan untuk IDE (Integrated Development Environment)-nya kami menggunakan versi gratis Microsoft Visual C# 2005 Express Edition. Kami juga menggunakan beberapa komponen pendukung dengan lisensi LGPL. Kami sengaja memilih komponen berlisensi LGPL karena lebih fleksibel. (LGPL atau Lesser GNU General Public License adalah salah satu jenis lisensi open source yang banyak dipakai untuk pustaka/library. Lisensi ini dianggap fleksibel karena mengizinkan developer untuk menggunakannya dalam program yang dilisensikan propietary atau non-open source. Misalnya Microsoft Office yang propietary-berbayar ternyata menggunakan zlib, sebuah pustaka kompresi open source berlisensi fleksibel)
ARSN: Wah, ternyata ZTS juga menggunakan komponen open source. Bagaimana pandangan anda mengenai penggunaan aplikasi Free dan Open Source di BPS?
RZAF: Pengunaan aplikasi FOSS (Free and Open Source Software) di suatu organisasi bisa menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan terhadap sofware berbayar dan mengurangi pembajakan software yang saat ini masih banyak terjadi di BPS. Penerapan FOSS di BPS bisa dilakukan secara bertahap. FOSS tidak selalu berarti Linux atau under Linux. Bagi mereka yang masih membutuhkan Windows, bisa mulai menggunakan aplikasi FOSS yang berbasis Windows. Saya rasa untuk tahap awal itu baik dan feasible untuk dilakukan di BPS.
ARSN: Penghargaan apa saja yang sudah diterima oleh ZTS?
RZAF: 1) Softpedia 100% Clean Award, Softpedia menjamin bahwa Zaitun Time Series 100% bersih, yang berarti tidak mengandung malware, spyware, virus, trojan atau backdoor. 2) Free Download Manager User Choice Award, Award ini diterima dari website Free Download Manager, karena Zaitun Time Series dipilih untuk didownload oleh pengunjung website Free Download Manager.
ARSN: Apa saja strategi Zaitun Time Series ke depan?
RZAF: Untuk pengembangan Zaitun Time Series kedepan, kami telah menetapkan roadmap pengembangan Zaitun Time Series kedepan. Tentunya kami juga akan terus mengakomodir masukan-masukan dari pengguna yang tersebar di seluruh dunia. Kami berencana menambahkan model statistik, model neural network, peramalan otomatis, koneksi ke database eksternal, dan live stock market. Strategi pemasarannya, kami masih akan menggunakan website sebagai media utama interaksi antara tim pengembang dengan pengguna Zaitun Time Series, karena website akan lebih memudahkan interaksi terhadap pengguna di seluruh dunia. Tentunya kami akan mencoba meningkatkan kualitas website Zaitun Time Series. Kami juga menerima secara terbuka, siapa saja yang tertarik untuk membantu mengembangkan ZTS secara serius.
ARSN: Ada rencana untuk menjual ZTS dengan biaya lisensi?
RZAF: Zaitun Time Series saat ini didistribusikan secara gratis. Untuk saat ini, kami masih memilih untuk membebaskan siapa saja menggunakan software ini untuk kepentingan apa saja. Pengguna dapat mengunduh aplikasi Zaitun Time Series dan manual penggunaannya secara gratis di http://www.zaitunsoftware.com atau di berbagai web-web download seperti www.download.com dan www.softpedia.com .
ARSN: Berharap Zaitun digunakan di BPS?
RZAF: Tentu. Saat ini, Zaitun Time Series sudah didownload oleh lebih dari 43.000 kali. Sekitar 20 persennya berasal dari dalam negeri. Kebanyakan pengguna yang mengunduh (download) berasal dari luar negeri. Kami sangat memimpikan ZTS ini bisa bermanfaat lebih banyak juga di dalam negeri dan juga kami berharap ZTS bisa dipakai di Instansi Statistik terbesar di negeri ini dan juga Instansi tempat saya bekerja yaitu BPS. Menjadi suatu kebanggaan tersendiri bila ZTS bisa dipakai di BPS.
ARSN: Bagaimana pandangan Anda mengenai perkembangan TI di BPS? RZAF: Belum ada blueprint TI yang jelas. Bila ada blueprint, bisa dicapai kesamaan visi TI di semua bagian BPS. Sehingga implikasinya, nantinya akan memudahkan untuk integrasi data, pengembangan data warehouse untuk BPS yang core business-nya di bidang data. Jika data-data BPS bisa terintegrasi dalam suatu datawarehouse, nantinya masyarakat pengguna data akan dapat dilayani dengan prima. Seseorang yang akan membutuhkan data cukup mengakses media tertentu seorang yang akan membutuhkan data cukup mengakses interface tertentu yang berbasis website. Mereka bisa dengan mudah meng-customize data yang akan mereka request, sistem akan menampilkan data sesuai yang di minta pengguna beserta pendukungnya (seperti grafik atau peta). Google Finance mungkin bisa sebagai contoh untuk data-data series. Pengguna dapat dengan mudah mengkustomisasi data-data pergerakan saham sesuai yang mereka butuhkan. Hal itu sangat memungkinkan dikembangkan jika keberadaan datawarehouse telah ada.
ARSN: Apa pesan Anda untuk mahasiswa komputasi statistik STIS? RZAF: Jangan terpaku pada mata kuliah yang ada. Tambah wawasan mengenai perkembangan teknologi di luar. Barangkali perlu juga dibentuk semacam forum untuk belajar bersama saling mengisi. Misalnya sekarang sudah ada Komputasi.NET, mungkin bisa lebih diramaikan lagi. Bergabunglah dengan komunitas di luar kampus. Saya sendiri misalnya bergabung dengan beberapa komunitas developer C#, softcomputing, dan data mining.
Sebagai penutup, ada satu hal yang menarik. Meski sudah mencapai prestasi seperti ini, sahabat kental saya ini masih tetap tidak bisa meninggalkan menu favoritnya: telur dadar dan tempe goreng. Sampai suatu hari di acara Ratek, RZAF harus memesan sendiri menu favoritnya itu ke petugas hotel. Karena rupanya menu tersebut tidak ada. Karena petugas hotel meminta biaya tambahan, RZAF lalu menghubungi panitia. Akhirnya panitia menjelaskan kepada petugas hotel bahwa menu tersebut akan ditanggung oleh panitia. Tidak berapa lama, RZAF pun bisa menikmati menu favoritnya. Semoga cerita ini mampu memberi kita semangat untuk terus berkarya tanpa terbelenggu oleh kesibukan pekerjaan di BPS.
* Liputan ini diolah dan ditulis oleh Amin Rois Sinung Nugroho dengan sumber data sebagai berikut: 1. wawancara dengan Rizal Zaini Ahmad Fathony via email dan Yahoo Messenger 2. situs resmi Zaitun Time Series, www.zaitunsoftware.com 3. situs resmi ajang INAICTA, www.inaicta.web.id 4. blog milik RZAF, rizalzaf.wordpress.com 5. wawancara media online www.teknopreneur.com dengan RZAF
INDONESIA BELUM BERUBAH December 28, 2007
Posted by asakuratorvald in About Indonesia.Tags: indonesia, reformasi
4 comments
Tak terasa sudah tujuh tahun era reformasi bergulir. Sebuah era baru yang ditandai dengan pengunduran diri Soeharto dari singgasa RI-1. Apakah reformasi sudah selesai sampai di sini? Ternyata reformasi belum berjalan dengan baik. Bahkan hampir dikatakan jalan di tempat. Banyak oportunis bermunculan menunggangi gerbong reformasi.
Euforia terjadi. Semua merasa bebas untuk berbicara dan berbuat. UUD 1945 pun diamandemen dengan senang hati. Kebebasan pers digaungkan. Akan tetapi ada kebebasan pers yang melampaui batas. Ekonomi tak kunjung membaik. Penduduk di bawah garis kemiskinan bertambah. Mereka tak tahu lagi apa itu reformasi. Mereka sedang pusing memikirkan perutnya.
Lagu-lagu lama Iwan Fals pun masih relevan dinyanyikan sekarang. TransTV masih menampilkannya sampai sekarang. Kenaikan BBM sudah pernah dikritisi dalam lagu berjudul Galang Rambu Anarki. Korupsi juga sudah pernah disindir oleh lirik dalam Tikus-tikus Kantor. Apakah Iwan Fals bisa meramalkan keadaan sekarang ketika menciptakan lagu tersebut? Sama sekali tidak. Bangsa Indonesia-lah yang belum berubah sejak dulu. Keadaannya masih sama. Bahkan ada yang lebih buruk. Sampai-sampai ada yang menginginkan kembalinya Soeharto.
Dengan kebebasan arus informasi, masyarakat sudah bisa lebih kritis. Masyarakat dapat mengkritisi kebijakan pemerintah dengan lebih baik karena memiliki lebih banyak bekal informasi. Namun seiring dengan banyaknya informasi yang beredar, masyarakat harus menyaringnya. Sebab, tidak semua informasi yang beredar itu benar. Sayangnya, masih sedikit di antara mereka yang melek informasi. Penyebabnya tak lain dan tak bukan adalah kebodohan. Pemerintah dan DPR masih belum memperhatikan pendidikan dalam APBNnya.
Kebijakan pemerintah dalam pendidikan tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Kesannya hanya kebijakan tambal sulam. Tengoklah negeri tetangga. Pada tahun 1970-an banyak pelajar Malaysia yang menimba ilmu dari negeri kita. Sekarang tidak lagi. Malaysia sudah lebih maju. Saat ini malah ada orang Indonesia yang mendapat gelar doktor dari Malaysia.
Kemandirian ekonomi kita juga belum banyak berubah. Pemerintah kita tak berani menolak IMF. Tengoklah negeri jiran. Pada saat krisis moneter beberapa tahun yang lalu, Mahathir Mohamad dengan tegas menolak bantuan IMF. Bantuan yang sebenarnya tidak membantu. Ternyata keputusan Mahathir benar. Terbukti, di kawasan regional Asia Tenggara negeri Mahathir-lah yang paling cepat pulih dari krisis.
Menaikkan harga BBM atau mengurangi subsidi BBM juga hanya mengikuti program pemerintahan sebelumnya. Apakah dana kompensasi BBM sudah disalurkan dengan semestinya? Data BPS terakhir menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan di Indonesia telah mencapai 69% dari jumlah total penduduk. Jadi, lebih dari separuh penduduk Indonesia adalah orang miskin. Danarto menanyakan melalui Media Indonesia apakah sebaiknya orang miskin itu dieuthanasia saja supaya mengurangi beban penderitaan?
Bagaimana dengan kedaulatan Indonesia di mata asing? Setelah Soeharto lengser, negara tetangga mulai berani mengusik wilayah Indonesia. Timor-timur lepas di era Habibie. Sipadan dan Ligitan lepas di era Megawati. Akankah Ambalat lepas di era SBY? Belum lagi Singapura yang memperluas pulaunya dengan pasir dari Indonesia. Mungkin sebentar lagi perbatasan Malaysia – Singapura – Indonesia di selat Malaka akan bergeser.
Korupsi malah semakin menjadi-jadi di era reformasi. Dengan sistemnya yang kuat, Soeharto mampu membatasi korupsi pada tingkat tertentu. Pasca Soeharto, sistem itu sudah tidak ada. Korupsi pun berkembang bak cendawan di musim hujan. Mereka yang dulu hanya menjadi saksi korupsi kini ingin ikut mencicipi. Korupsi sudah mendarah daging. Sebabnya bangsa kita juga sudah terbiasa korupsi waktu.
Redaksi MailingList Padhang mBulan mengutip kata-kata Emha Ainun Nadjib berikut: Di Indonesia, sistemnya mau dibikin kayak apa pun juga tetap tidak bisa mengubah keadaan, karena pelaku sistem ini sekaligus yang membocorkan sistem yang dibangunnya. Ibarat rumah, yang membangun adalah yang punya rumah; dan penghuni rumah itu sang pemilik rumah tadi. Tapi si penghuni itu juga yang menjadi tikusnya. Kita yang membangun rumah, kita yang menghuni dan kita juga yang menjadi tikusnya.
Lalu apa yang harus kita perbuat sekarang? Apakah kita akan berpangku tangan dan menyaksikan hilangnya negeri Indonesia dari peta dunia? Tentu tidak. Rakyat menunggu tindakan, bukan kata-kata. Mereka butuh bukti, bukan janji. Kita semua harus berbuat. Tidak hanya membandingkan keadaan di zaman Soeharto dan pasca Soeharto.
Ubah konsep rebutan menjadi pemimpin (baca: penguasa). Anggap jabatan sebagai amanah, bukan sesuatu yang perlu disyukuri. Sesuatu yang amat berat yang harus dipertanggungjawabkan kepada seluruh rakyat. Dengan demikian, semua orang akan berebut tidak mau dipilih menjadi pejabat. Karena ia harus mengurus lebih dari dua ratus juta penduduk Indonesia dengan berbagai persoalan rumit.
Selama ini yang terjadi tidaklah seperti itu. Semua orang berebut menjadi pejabat. Bahkan sampai menghalalkan hampir segala cara. Mereka menganggap jabatan sebagai alat untuk kepentingan pribadi maupun kelompoknya. Tidak sedikit pula yang menganggap jabatan sebagai alat pengeruk kekayaan.
Pesan orangtua kepada anak harus diubah. Jangan lagi menyuruh anak untuk sekolah dan menjadi pegawai. Hal ini akan membuat universitas di Indonesia melahirkan sarjana-sarjana siap nganggur. Anak-anak bangsa harus dididik untuk menciptakan lapangan kerja. Sebab, lapangan kerja yang ada sekarang tidak akan cukup menampung seluruh angkatan kerja yang terus bertambah.
Saya ingin menutup tulisan ini dengan sebuah teladan dari Pak Harto. Zaim Ukhrowi baru-baru ini menulis tentang sakitnya Soeharto. Bahwa dalam sakitnya Pak Harto justru menunjukkan kepemimpinannya. Beliau menunjukkannya dengan perbuatan. Tidak dengan kata-kata. Itulah yang dilakukan pemimpin yang baik kepada bawahannya. Apa yang dilakukan Pak Harto? Beliau tidak pernah berobat ke luar negeri. Ia selalu mempercayakan perawatan kesehatannya kepada putra-putri bangsa ini. Walaupun kemungkinan sembuhnya cuma 50% ia tetap melakukannya. Padahal bisa saja Pak Harto berobat ke Singapura, misalnya. Meskipun belum tentu sembuh juga, setidaknya kemungkinan sembuhnya lebih besar. Tapi Pak Harto tidak melakukannya. Pak Harto lebih percaya kepada RSPP. Hal yang patut kita cermati sebagai putra-putri bangsa. Selama ini kita masih lebih percaya kepada barang-barang berbau luar negeri. Bagaimana bangsa ini akan maju kalau bangsa sendiri tidak menghargai hal karya saudara sebangsa?
11 September 2005 December 28, 2007
Posted by asakuratorvald in About Indonesia.Tags: damai, teroris
add a comment
hari ini adalah 4 tahun setelah tragedi wtc pada 11 september 2001 lalu. mulailah mencuat anggapan bahwa umat Islam itu teroris.banyak orang Islam dari berbagai negara yang mendapat perlakuan tidak semestinya.sebab,hampir semua orang menganggap umat Islam itu identik dengan teroris.ya,seperti peristiwa bom-bom yang meledak di berbagai kota di Indonesia.yang menimpa Abu Bakar Ba’asyier.juga beberapa pelajar Indonesia di luar negeri.
semua itu berasal dari penguasaan media massa pada orang yang tidak tepat.mereka yang cenderung selalu menyudutkan Islam dalam pemberitaannya.mereka memiliki kebencian yang sangat besar terhadap umat Islam.mereka tidak ingin rahmat Islam menyebar ke segala penjuru dunia.kepada seluruh alam.lalu,bagaimana sikap umat Islam seharusnya?
umat Islam harus menguasai media massa.baik cetak maupun elektronik.sebab,bila tidak, maka umat Islam akan semakin bodoh dan terbodohi.mudah diombang-ambingkan dan diadu domba.juga dijadikan kambing hitam.lihatlah media massa elektronik di Indonesia, khususnya televisi.hampir semua tayangannya adalah maksiat.umat harus punya stasiun televisi sendiri.namun,jangan lupa membungkusnya dengan cara yang baik dan menarik.ambillah cerita Sun Go Kong sebagai contoh.serial Sun Go Kong begitu populer.padahal,apa sebenarnya isi cerita ini?tidak lain adalah agama Buddha.perlu tayangan yang dikerjakan dengan cerdas untuk dapat mencerdaskan umat.jangan terkesan menggurui.
sekarang lihatlah republika.dia berstatus sebagai harian umum.tetapi siapa konsumennya?tidak lain hanyalah umat Islam.itupun hanya sebagian diantara umat.konon,dulu republika itu bagus.namun,setelah ada beberapa masalah di internal redaksi,banyak personil berkualitas yang memilih hengkang dari republika karena merasa tidak puas dengan keputusan direksi republika.jika tidak berubah,ia tidak akan berkembang.
lalu majalah seperti sabili dan saksi.mereka cukup bagus sebagai media yang memberikan counter attack terhadap berita yang mendiskreditkan umat Islam.akan tetapi,terkadang mereka begitu keras.bahkan,berprasangka kepada orang lain.padahal mereka belum melakukan tabayyun.dari sini,akan makin subur anggapan bawa media Islam itu berprasangka dan mementingkan kepentingan umat saja.bukan kebenaran.
sebenarnya,media massa di Indonesia masih perlu banyak belajar.pemerintah harus memberikan jalan tol untuk pendidikan masyarakat.sistem mental masyarakat harus diubah.mereka harus produktif.jangan hanya konsumtif.mereka harus membuat.banyak warga negara yang memiliki potensi.berapa medali emas yang kita peroleh untuk olimpiade fisika misalnya?lalu berapa orang yang telah menimba ilmu pasca sarjana maupun sarjana di luar negeri(yang memang kualitas pendidikannya lebih baik)?
coba,sebutkan produk buatan Indonesia?apakah orang Indonesia tidak bisa membuat motor?membuat pesawat saja bisa.ingat gatotkaca alias cn-235?kenapa tidak bisa membuat motor?sebabnya adalah mental jadi babu yang diajarkan sejak kecil.yakni untuk menjadi pegawai negeri.bukan dididik memiliki mental wirausaha.
kemanakah orang-orang pintar di negeri ini?banyak yang menetap di luar negeri setelah mendapat gelar pasca sarjananya.entah doktor atau master.mengapa?sebab,mereka lebih dihargai di sana.gaji dan fasilitas yang lebih baik.meskipun tidak semuanya seperti itu. masih ada beberapa gelintir yang kembali ke Indonesia dan ikut mencerdaskan umat.tapi,kalau begini terus,Indonesia tidak akan pernah maju.
bukti kekurangan media massa kita ada lama teknologi.sungguh aneh,media massa kita mengutip seumber berita dari kantor berita negara lain.padahal,yang diberitakan adalah peristiwa di negeri sendiri.bagaimana hal itu mungkin terjadi.apakah orang lain lebih tahu dari pada diri kita sendiri tentang keadaan negeri kita?
ada hal yang saya pikirkan ketika saya mandi kemarin pagi.apakah saya menyabuni tangan kanan dulu atau kiri dulu.sebab,Nabi mengajarkan mendahulukan yang kanan dalam kebaikan.menyabuni anggota tubuh adalah sebuah kebajikan.sebab,ia akan membersihkan tubuh.tapi yang manakah yang dimaksud oleh Nabi?kanan subyek atau kanan obyek.akhirnya,saya memutuskan untuk menyabuni tangan kiri terlebih dahulu.seperti yang biasa saya lakukan setiap hari.
sebab,saya memilih konsep kanan sebagai subyek.bila saya menyabuni tangan kanan dulu,maka saya memakai konsep kanan sebagai obyek.karena tangan kanan yang disabuni.dan tangan kiri yang menyabuni.tetapi itu tidak saya lakukan.mengapa?karena saya lebih suka menjadi subyek.tangan kanan menjadi subyek.tangan kananlah yang menyabuni tangan kiri.baru kemudian tangan kiri menyabuni tangan kanan.
begitulah seharusnya seluruh umat.mereka harus menjadi subyek dalam melakukan kebaikan.bukan menjadi obyek.tidak pernah ada perintah menjadi penerima zakat.yang ada adalah perintah untuk mengeluarkan zakat.dengan kata lain kita disuruh supaya kaya.kita bisa mengeluarkan zakat jika memiliki harta berlebih.tidak ada orang miskin yang mengeluarkan zakat.mereka adalah penerima zakat.
nah,kita harus kaya sebelum mengeluarkan zakat?lalu, bagaimana caranya menjadi kaya?berwirausaha!menjadi bos,menjadi subyek!bukan menjadi obyek.mental babu harus dienyahkan mulai dari sekarang.setiap kita adalah pemimpin.masih banyak sarjana yang siap menjadi babu atau menjadi penganggur setiap harinya.kalau mental wirausaha tidak dikembangkan,pengangguran akan semakin banyak.dan,sistem pendidikan kita telah memberikan kontribusi melahirkan banyak sarjana siap nganggur setiap tahunnya.
kembali pada sikap terhadap terorisme di atas.Islam cinta kedamaian.namun bila ada yang mengancam kedamaian atau menghalangi tersebarnya rahmat Islam ke seluruh alam,maka perang tak dapat dielakkan.tapi tidak asal angkat senjata.Islam memiliki syarat dan adab dalam berperang.