jump to navigation

11 September 2005 December 28, 2007

Posted by asakuratorvald in About Indonesia.
Tags: ,
trackback

hari ini adalah 4 tahun setelah tragedi wtc pada 11 september 2001 lalu. mulailah mencuat anggapan bahwa umat Islam itu teroris.banyak orang Islam dari berbagai negara yang mendapat perlakuan tidak semestinya.sebab,hampir semua orang menganggap umat Islam itu identik dengan teroris.ya,seperti peristiwa bom-bom yang meledak di berbagai kota di Indonesia.yang menimpa Abu Bakar Ba’asyier.juga beberapa pelajar Indonesia di luar negeri.

semua itu berasal dari penguasaan media massa pada orang yang tidak tepat.mereka yang cenderung selalu menyudutkan Islam dalam pemberitaannya.mereka memiliki kebencian yang sangat besar terhadap umat Islam.mereka tidak ingin rahmat Islam menyebar ke segala penjuru dunia.kepada seluruh alam.lalu,bagaimana sikap umat Islam seharusnya?

umat Islam harus menguasai media massa.baik cetak maupun elektronik.sebab,bila tidak, maka umat Islam akan semakin bodoh dan terbodohi.mudah diombang-ambingkan dan diadu domba.juga dijadikan kambing hitam.lihatlah media massa elektronik di Indonesia, khususnya televisi.hampir semua tayangannya adalah maksiat.umat harus punya stasiun televisi sendiri.namun,jangan lupa membungkusnya dengan cara yang baik dan menarik.ambillah cerita Sun Go Kong sebagai contoh.serial Sun Go Kong begitu populer.padahal,apa sebenarnya isi cerita ini?tidak lain adalah agama Buddha.perlu tayangan yang dikerjakan dengan cerdas untuk dapat mencerdaskan umat.jangan terkesan menggurui.

sekarang lihatlah republika.dia berstatus sebagai harian umum.tetapi siapa konsumennya?tidak lain hanyalah umat Islam.itupun hanya sebagian diantara umat.konon,dulu republika itu bagus.namun,setelah ada beberapa masalah di internal redaksi,banyak personil berkualitas yang memilih hengkang dari republika karena merasa tidak puas dengan keputusan direksi republika.jika tidak berubah,ia tidak akan berkembang.

lalu majalah seperti sabili dan saksi.mereka cukup bagus sebagai media yang memberikan counter attack terhadap berita yang mendiskreditkan umat Islam.akan tetapi,terkadang mereka begitu keras.bahkan,berprasangka kepada orang lain.padahal mereka belum melakukan tabayyun.dari sini,akan makin subur anggapan bawa media Islam itu berprasangka dan mementingkan kepentingan umat saja.bukan kebenaran.

sebenarnya,media massa di Indonesia masih perlu banyak belajar.pemerintah harus memberikan jalan tol untuk pendidikan masyarakat.sistem mental masyarakat harus diubah.mereka harus produktif.jangan hanya konsumtif.mereka harus membuat.banyak warga negara yang memiliki potensi.berapa medali emas yang kita peroleh untuk olimpiade fisika misalnya?lalu berapa orang yang telah menimba ilmu pasca sarjana maupun sarjana di luar negeri(yang memang kualitas pendidikannya lebih baik)?

coba,sebutkan produk buatan Indonesia?apakah orang Indonesia tidak bisa membuat motor?membuat pesawat saja bisa.ingat gatotkaca alias cn-235?kenapa tidak bisa membuat motor?sebabnya adalah mental jadi babu yang diajarkan sejak kecil.yakni untuk menjadi pegawai negeri.bukan dididik memiliki mental wirausaha.

kemanakah orang-orang pintar di negeri ini?banyak yang menetap di luar negeri setelah mendapat gelar pasca sarjananya.entah doktor atau master.mengapa?sebab,mereka lebih dihargai di sana.gaji dan fasilitas yang lebih baik.meskipun tidak semuanya seperti itu. masih ada beberapa gelintir yang kembali ke Indonesia dan ikut mencerdaskan umat.tapi,kalau begini terus,Indonesia tidak akan pernah maju.

bukti kekurangan media massa kita ada lama teknologi.sungguh aneh,media massa kita mengutip seumber berita dari kantor berita negara lain.padahal,yang diberitakan adalah peristiwa di negeri sendiri.bagaimana hal itu mungkin terjadi.apakah orang lain lebih tahu dari pada diri kita sendiri tentang keadaan negeri kita?

ada hal yang saya pikirkan ketika saya mandi kemarin pagi.apakah saya menyabuni tangan kanan dulu atau kiri dulu.sebab,Nabi mengajarkan mendahulukan yang kanan dalam kebaikan.menyabuni anggota tubuh adalah sebuah kebajikan.sebab,ia akan membersihkan tubuh.tapi yang manakah yang dimaksud oleh Nabi?kanan subyek atau kanan obyek.akhirnya,saya memutuskan untuk menyabuni tangan kiri terlebih dahulu.seperti yang biasa saya lakukan setiap hari.

sebab,saya memilih konsep kanan sebagai subyek.bila saya menyabuni tangan kanan dulu,maka saya memakai konsep kanan sebagai obyek.karena tangan kanan yang disabuni.dan tangan kiri yang menyabuni.tetapi itu tidak saya lakukan.mengapa?karena saya lebih suka menjadi subyek.tangan kanan menjadi subyek.tangan kananlah yang menyabuni tangan kiri.baru kemudian tangan kiri menyabuni tangan kanan.

begitulah seharusnya seluruh umat.mereka harus menjadi subyek dalam melakukan kebaikan.bukan menjadi obyek.tidak pernah ada perintah menjadi penerima zakat.yang ada adalah perintah untuk mengeluarkan zakat.dengan kata lain kita disuruh supaya kaya.kita bisa mengeluarkan zakat jika memiliki harta berlebih.tidak ada orang miskin yang mengeluarkan zakat.mereka adalah penerima zakat.

nah,kita harus kaya sebelum mengeluarkan zakat?lalu, bagaimana caranya menjadi kaya?berwirausaha!menjadi bos,menjadi subyek!bukan menjadi obyek.mental babu harus dienyahkan mulai dari sekarang.setiap kita adalah pemimpin.masih banyak sarjana yang siap menjadi babu atau menjadi penganggur setiap harinya.kalau mental wirausaha tidak dikembangkan,pengangguran akan semakin banyak.dan,sistem pendidikan kita telah memberikan kontribusi melahirkan banyak sarjana siap nganggur setiap tahunnya.

kembali pada sikap terhadap terorisme di atas.Islam cinta kedamaian.namun bila ada yang mengancam kedamaian atau menghalangi tersebarnya rahmat Islam ke seluruh alam,maka perang tak dapat dielakkan.tapi tidak asal angkat senjata.Islam memiliki syarat dan adab dalam berperang.

Comments»

No comments yet — be the first.