jump to navigation

SAYA MENULIS KARENA SAYA INGIN MEMBUAT PERUBAHAN December 31, 2007

Posted by asakuratorvald in Uncategorized.
Tags: , ,
add a comment

Di antara 100 orang paling berpengaruh di dunia menurut Michael H. Hart, Muhammad adalah orang nomor satu. Sebab, pengaruhnya meliputi segala bidang. Dia adalah pemimpin agama sekaligus pemegang tampuk pemerintahan. Dia juga seorang panglima perang yang tangguh. Tapi, apa wahyu yang pertama diterimanya? Iqra’! Bacalah!

 
Saya suka membaca sejak saya bisa membaca. Saya membaca apa saja. Mulai dari cerita rakyat, novel, komik, cerpen, berita, dan buku-buku non-fiksi tentang apa saja. Tentu saja sebagian besar adalah bacaan yang menarik buat saya.

 
Saya tertarik dengan bacaan tentang Islam karena ia adalah agama yang seimbang. Agama yang menghargai akal. Agama yang tidak bertentangan dengan akal. Namun malah menganggap akal sebagai sarana mengolah informasi untuk memperoleh petunjuk dan hidup yang lebih baik.

 
Saya tertarik dengan bacaan tentang komputer karena saya bergelut di bidang ini. Era informasi telah mengubah banyak cara hidup orang. Saat ini, informasi adalah hal yang sangat berharga. Dan hampir tidak ada orang atau kantor yang bisa lepas dari komputer.

 
Saya tertarik dengan bacaan tentang politik karena di sinilah informasi dimanipulasi dan dipermainkan. Seorang penguasa bisa menetapkan apa yang bisa dibaca oleh rakyatnya, mana yang tidak. Golongan A dan B saling memanfaatkan informasi untuk kepentingan masing-masing.

 
Untuk memenuhi keinginan membaca, saya menempuh beberapa macam jalan. Saat mengenyam pendidikan dasar, saya sering berkunjung ke perpustakaan sekolah. Waktu menempuh Sekolah Menengah Pertama (SMP), saya sempat menjadi anggota Klub Buku dari beberapa penerbit. Saya mendapatkan diskon yang lumayan dan kiriman katalog berkala.

 
Selepas SMP hingga kuliah, saya tidak hanya memanfaatkan perpustakaan sekolah atau kampus. Saya mulai merambah perpustakaan milik pemerintah kota (pemkot). Saya juga mulai berkenalan dengan internet dan komputer. Internet adalah gudang informasi tentang segala hal.

  

Bagi saya, membaca tidak melulu duduk di kursi dan memegang buku atau koran. Bukan hanya tulisan yang bisa dibaca. Tetapi juga peristiwa, pembicaraan, tingkah laku alam, dan sebagainya. Segala hal bisa dibaca. Membaca bagi saya adalah memasukkan informasi ke otak. Dari mana pun sumbernya. Membaca juga termasuk observasi dan pengamatan pada keadaan di sekeliling kita.

 
Dari membaca, muncullah keinginan untuk menulis. Sebab, dari membaca saya mendapatkan informasi. Informasi tersebut saya olah di dalam kepala dengan informasi yang sudah ada sebelumnya. Hal ini membentuk gagasan baru dalam benak saya. Gagasan tersebut ingin saya sampaikan kepada orang-orang.

 
Saya tidak ingin menjadi manusia yang hanya membicarakan orang lain. Apalagi membicarakan keburukan orang lain. Padahal diri kita belum tentu lebih baik dari orang lain. Saya juga tidak ingin menjadi orang yang hanya membicarakan peristiwa. Padahal selalu ada makna dan otak yang bekerja di balik setiap peristiwa.

 
Saya ingin menjadi orang yang membicarakan pemikiran. Membicarakan gagasan. Tidak hanya membahas keburukan orang lain dan peristiwa yang terjadi. Tapi saya ingin menangkap makna di balik itu. Mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya. Mengolahnya. Lalu membentuk gagasan saya dan menyampaikannya kepada orang lain. Saya ingin membagi ide-ide saya.

 
Generasi muda harus selalu lebih baik dari generasi yang lebih tua. Sebab kemajuan atau kesuksesan berarti hari ini lebih baik dari pada hari kemarin. Saya ingin membuat perubahan dengan gagasan-gagasan saya. Dan saya memilih media tulisan untuk menyampaikannya.

 
Jika saya tidak bisa mengubah dunia, setidaknya ada perubahan kecil di benak pembaca tulisan saya.

URGENSI PEMANFAATAN GNU/LINUX December 28, 2007

Posted by asakuratorvald in About Linux, About Paper, igossummit2.
Tags: , ,
add a comment

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

BAB I

PENDAHULUAN……………………………………………………………………………. 1

A. Latar Belakang……………………………………………………………………… 1

B. Identifikasi dan Batasan Masalah…………………………………………….. 3

C. Metode Pembahasan dan Analisis………………….……………………….. 4

D. Sistematika Penulisan……………………………………………………………. 4

BAB II

PENGGUNAAN SISTEM OPERASI DAN PERMASALAHANNYA…………………………………………………………………. 6

A. Selayang Pandang Sistem Operasi…………………………………………… 6

B. Komposisi Penggunaan Linux di STIS……………………………………. 7

C. Komposisi Penggunaan Linux di BPS……………………………………… 7

D. Permasalahan yang Timbul

dengan Penggunaan Windows di STIS…………………………………….. 7

E. Permasalahan yang Timbul

dengan Penggunaan Windows di BPS……………………………………… 8

BAB III

URGENSI PEMANFAATAN LINUX……………………………………………… 9

A. Selayang Pandang Linux………………………………………………………… 9

B. Keunggulan Linux…………………………………………………………………. 11

C. Urgensi Pemanfaatan Linux…………………………………………………… 13

BAB IV

ANALISIS SWOT PADA PEMANFAATAN LINUX………………………. 17

A. Metode SWOT dan Deduksi…………………………………………………… 17

B. Alternatif Solusi……………………………………………………………………. 18

BAB V

PENUTUP……………………………………………………………………………………… 20

A. Kesimpulan…………………………………………………………………………… 20

B. Saran……………………………………………………………………………………. 20

DAFTAR PUSTAKA

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dunia kerja di era informasi tidak lagi bisa terlepas dari komputer. Setiap orang menggunakan komputer untuk mendukung aktivitasnya. Demikian pula yang terjadi di lingkungan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS). Komputer telah diciptakan untuk mendukung dan memudahkan pekerjaan manusia.

Komputer telah berkembang dengan pesat. Kini, PC (personal computer) tidak hanya bisa mengetik—atau tugas sederhana lainnya, namun dapat pula digunakan untuk mengakses web-site, mengirim email, membuat program, mendengarkan musik, dan menonton film. Hal-hal tersebut dapat dilakukan berkat adanya sistem operasi dalam sebuah komputer.

Sistem operasi menjadikan hubungan antara komputer dan penggunanya demikian mudah. Misalnya, Anda tinggal memasukkan DVD dan meng-klik tombol Play untuk menoton film. Sayangnya sistem operasi yang sangat memudahkan itu harus dibayar mahal1. Meski sebagian besar dari kita menggunakan sistem operasi bajakan yang jauh lebih murah.

Selain itu, kita juga harus rela mengalami macet (hang) atau melambatnya komputer dari hari ke hari. Terkadang komputer kita malah tidak bisa digunakan sama sekali dan harus diinstal ulang. Belum lagi kalau komputer kita terkena serangan virus. Kemudahan sistem operasi tersebut harus kita bayar dengan performa yang rendah.

Ketika PC mulai populer di Indonesia pada tahun 1990-an, sulit sekali memindahkan kebiasaaan orang dari mesin ketik ke komputer. Saat ini, sulit pula mengubah kebiasaan sebagian besar orang dari satu sistem operasi ke sistem operasi lainnya. Padahal ada sistem operasi lain yang jauh lebih baik dibandingkan yang biasa—dan sudah menjadi kebiasaan—dipakai. Bahkan sudah ada cap tersendiri di kepala kita bahwa yang namanya komputer itu haruslah dengan sistem operasi Windows, bukan yang lain. Sebuah pandangan dilematis disampaikan oleh Sumitro Rustam2:

Bisa Anda bayangkan, sebuah negara dengan pendapatan per kapita per tahun US$600 disuruh bayar US$500. Artinya, uang tersebut habis hanya untuk membeli sebuah software, lantas apakah masyarakat kita tidak makan?

Betapa mahalnya sebuah sistem operasi. Hal ini terjadi karena sistem operasi tersebut adalah barang komersil seperti halnya juga makanan restoran. Tinggal pesan, lalu makan. Kita tidak terbiasa untuk meracik atau meramu sendiri makanan yang akan kita makan. Kasus membuat sambel, misalnya. Bila kita buat sendiri, kita bisa menentukan seberapa pedas sambel yang ingin kita makan, seberapa banyak cabe dan tomat yang akan kita pakai. Sehingga bisa jadi sambel buatan sendiri lebih enak daripada yang dijual di restoran.

Keamanan juga lebih terjamin bila kita membuat sendiri. Karena kita tahu apa saja yang menjadi bahan makanan kita. Bila kita membeli masakan cepat saji, kita tidak tahu. Bisa jadi ada bahan yang kurang sehat bagi tubuh di dalamnya, misalnya formalin/borax.

Kita sudah sangat terlatih untuk menjadi konsumen yang sangat konsumtif dan senang dengan kemudahan. Terkadang kita tidak peduli dengan komposisi bahannya, yang penting enak dan kenyang. Bila tidak bisa membeli di restoran tertentu, karena lapar, kita mencuri. Itulah analogi untuk pembajakan sistem operasi (membajak Windows—penulis) ditambah dengan software-software lainnya.

Penerapan Undang-undang Hak atas Kekayaan Intelektual (UU HaKI) pada 29 Juli 20033 seharusnya membuka mata kita untuk mencari alternatif sistem operasi lain yang murah tetapi dapat diandalkan, mudah digunakan, dan aman dari gangguan virus. Kita tidak bisa selamanya hidup sebagai pembajak. Keterbatasan kita—terutama dana—membuat kita harus lebih kreatif.

Faktor teknis seperti kestabilan, pemanfaatan sumber daya komputasi yang efisien, murah, dan ketersediaan teknologi maju yang masih dalam tahapan riset, dan lain-lainnya merupakan faktor penarik pemanfaatan GNU/Linux di negara berkembang.4

Potensi besar GNU/Linux5 seharusnya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kinerja STIS dan BPS. Selain menghemat anggaran, Linux juga handal, stabil, efisien dan lebih cepat mengadopsi teknologi baru. Lisensi open source-nya6 memungkinkan kita memodifikasi Linux sesuai dengan kebutuhan kita. Frekuensi Linux untuk crash atau down7 juga relatif kecil. Sehingga meminimumkan hilangnya waktu produktif yang dihabiskan untuk perbaikan. Sayangnya, potensi besar ini masih dipandang sebelah mata dan masih berupa wacana.

B. Identifikasi dan Batasan Masalah

Identifikasi masalah:

  1. Kendala dalam pemakaian Windows

  2. Keunggulan GNU/Linux

  3. Urgensi pemanfaatan Linux

Batasan Masalah:

    1. Penggunaan Sistem Operasi dan Permasalahannya

    2. Urgensi Pemanfaatan Linux

C. Metode Pembahasan dan Analisis

Metode pembahasan yang digunakan adalah kajian pustaka dengan merujuk pada artikel di majalah, buku, dan sumber internet. Untuk melengkapinya, dilakukan wawancara dengan DR. Hasyim Gautama, Sub Direktorat Jaringan dan Komunikasi Data BPS Pusat.

Metode analisis yang digunakan adalah metode SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, Threats) dan penalaran deduksi.

D. Sistematika Penulisan

BAB I Pendahuluan

A. Latar Belakang

B. Identifikasi dan Batasan Masalah

C. Metode Pembahasan dan Analisis

D. Sistematika Penulisan

BAB II Penggunaan Sistem Operasi dan Permasalahannya

A. Selayang Pandang Sistem Operasi

B. Komposisi Penggunaan Linux di STIS

C. Komposisi Penggunaan Linux di BPS

D. Permasalahan yang Timbul

dengan Penggunaan Windows di STIS

E. Permasalahan yang Timbul

dengan Penggunaan Windows di BPS

BAB III Urgensi Pemanfaatan Linux

A. Selayang Pandang Linux

B. Keunggulan Linux

C. Urgensi Pemanfaatan Linux

Bab IV Analisis SWOT pada Pemanfaatan Linux

A. Metode SWOT dan Deduksi

B. Alternatif Solusi

BAB V Penutup

A. Kesimpulan

B. Saran

BAB II

PENGGUNAAN SISTEM OPERASI

DAN PERMASALAHANNYA

A. Selayang Pandang Sistem Operasi

Sebuah sistem operasi setidaknya memiliki dua fungsi utama yaitu:

1. Pengelola seluruh sumber daya sistem komputer (sebagai resource manager)

2. Sistem operasi sebagai penyedia layanan (sebagai Extended/ Virtual Machine)8

Menurut Stalling [STA-95] (dalam Bambang, 2005: 21), sebuah sistem operasi harus mempunyai sasaran tertentu.

Sistem operasi mempunyai tiga sasaran, antara lain:

  1. Kenyamanan

Sistem operasi harus membuat penggunaan komputer menjadi lebih nyaman.

  1. Efisiensi

Sistem operasi menjadikan penggunaan sumber daya komputer secara efisien.

  1. Mampu berevolusi

Sistem operasi harus memungkinkan dan memudahkan pengembangan, dan pengajuan fungsi-fungsi yang baru tanpa mengganggu layanan yang dijalankan komputer.

B. Komposisi Penggunaan Linux di STIS

Menurut pengamatan penulis, penggunaan Linux di STIS masih berupa wacana dalam mata kuliah Sistem Operasi. Pemakaian Linux masih sebatas kesadaran individual. Tidak ada satu PC pun di laboratorium komputer yang terinstal Linux.

  1. Komposisi Penggunaan Linux di BPS

Menurut DR. Hasyim Gautama9, pemakaian Linux di BPS masih secara sukarela, belum ada aturan mengikat harus memakai Linux, tergantung kebijakan masing-masing bagian. Di Sub Direktorat Jaringan dan Komunikasi Data, Linux digunakan untuk email server10 dan proxy server11. Distribusi Linux yang digunakan adalah Fedora dan Gentoo. Sedangkan untuk PC klien di BPS masih menggunakan Windows XP dan Office 2000.

D. Permasalahan yang Timbul dengan Penggunaan Windows di STIS

Pengelola laboratorium komputer STIS pernah mengeluhkan gangguan-gangguan pada PC-PC yang dikelolanya kepada penulis. Menyebarnya virus bukanlah barang asing lagi. Lambatnya komputer, restart tiba-tiba, hang merupakan beberapa contoh akibat yang ditimbulkan oleh virus. Gangguan lain yang sering ditemui adalah mahasiswa yang mengutak-atik setting komputer, hingga komputer yang menjadi tidak bisa dipakai.

E. Permasalahan yang Timbul dengan Penggunaan Windows di BPS

Mahalnya lisensi menyebabkan lebih dari 1000 PC klien di BPS masih menggunakan Office 2000. Lebih dari tiga milyar rupiah harus dianggarkan untuk membeli Office 2003. Sebab harga resmi Office 2003 adalah US$ 362, atau sekitar Rp 3.258.00012.

Selain mengelola jaringan, ternyata Sub Direktorat Jaringan dan Komunikasi Data BPS juga bertugas menangani serangan virus di semua bagian. DR. Hasyim Gautama13 menyebutkan lambatnya jaringan, hilangnya data, dan email yang penuh sebagai beberapa akibat yang ditimbulkan oleh serangan virus.

Adanya serangan virus dapat menurunkan produktivitas. Performa komputer turun atau tidak bisa dipakai sama sekali. Data yang hilang pun harus di-entry kembali. Selain itu, ada waktu produktif yang akhirnya dihabiskan untuk perbaikan.

BAB III

URGENSI PEMANFAATAN LINUX

A. Selayang Pandang Linux

Linux adalah sistem operasi yang disebarkan secara luas dengan gratis di bawah lisensi GNU General Public License (GPL), yang berarti juga source code Linux tersedia. Itulah yang membuat Linux sangat spesial. Linux masih dikembangkan oleh kelompok-kelompok tanpa dibayar, yang banyak dijumpai di internet. Mereka tukar menukar kode, melaporkan bug, dan membenahi segala masalah yang ada. Setiap orang yang tertarik dipersilahkan untuk bergabung dalam pengembangan Linux.14

Pada dasarnya komputer hanya bisa menerima perintah dalam sinyal biner 0 dan 1. Untuk memerintahkan sesuatu, kita harus menyusunnya dalam bahasa yang dimengerti oleh komputer. Kemajuan bahasa pemrograman telah mempermudah penyusunan perintah tersebut. Pembuatan program sudah bisa dilakukan dengan bahasa pemrograman yang semakin mendekati bahasa manusia sehari-hari.15

Langkah pertama yang dilakukan untuk membuat program adalah mengidentifikasi masalah yang akan kita pecahkan dengan komputer. Selanjutnya kita susun urutan logika pemecahan masalahnya. Berikutnya kita terjemahkan logika tersebut dalam suatu bahasa pemrograman. Terakhir, kode program (biasa disebut sebagai source code atau kode sumber) yang sudah kita buat tadi kita terjemahkan dengan kompiler. Kompiler akan menerjemahkan program yang kita buat ke dalam bahasa biner yang dimengerti komputer. Setelah itu barulah program kita bisa dijalankan.

Sebagai sebuah sistem operasi, Linux juga dibuat dengan cara yang sama. Hanya saja, sistem operasi merupakan program kompleks yang langsung mengakses perangkat keras. Sistem operasi juga bertugas menyediakan sumber daya yang dibutuhkan oleh program-program yang berjalan di atasnya.

Salah satu keunggulan Linux dalam dunia pendidikan komputer adalah kemampuannya menyediakan kode sumber (source code) sehingga dapat diteliti baris demi baris. Implementasi teori sistem operasi dapat diperlihatkan dengan jelas, bahkan penerapan suatu strategi pengaturan baru dapat langsung dilakukan. Sehingga perihal teoretis seperti manajemen task dapat dengan gamblang dijelaskan kaitannya dengan kode yang berjalan.

Linux membukakan kembali pintu baru bagi mahasiswa untuk mempelajari dunia komputasi. Tidak saja dalam penggunaan sistem operasi tetapi lebih dari itu. Hal ini sulit dilakukan dengan menggunakan sistem operasi propietary closed source. Sayang sekali kalau dunia pendidikan TI Indonesia hanya terpaku pada penggunaan sistem operasi populer propietary dan melepaskan kemungkinan mempelajari hal-hal yang lebih dalam ini.16

Keunggulan utama yang dapat kita peroleh dari Linux adalah dibukanya kode program pembuatannya (open source). Sehingga setiap orang dapat melihat, mempelajari cara kerjanya, dan memodifikasinya sesuai kebutuh-annya. Bila terjadi kesalahan kita dapat langsung memperbaikinya sendiri atau melaporkannya ke komunitas pengembang Linux. Keamanan sistem juga lebih terjamin karena tidak ada yang ditutup-tutupi.

Hal ini tidak dapat kita lakukan pada sistem operasi dan aplikasi yang closed source atau propietary. Para pengembang yang mendistribusikan sistem operasi dan aplikasinya dalam format propietary tidak menyediakan kode pembuatan programnya. Mereka menganggapnya sebagai kekayaan intelektual yang harus dibayar dengan lisensi. Padahal dengan open source semua orang akan saling menguntungkan dan diuntungkan.

Kita tidak bisa melihat perintah apa saja yang mereka masukkan dalam program yang kita pakai. bila terjadi masalah pada program yang kita pakai, kita harus menunggu para pengembang tersebut untuk untuk mencari solusinya. Hal ini bisa memakan waktu lama dan membuat kita bergantung kepada perusahaan yang mengembangkan program tersebut.

B. Keunggulan Linux

Keunggulan Linux dibandingkan dengan sistem operasi lain yaitu17:

  1. Linux gratis. Pikirkan Anda mendapat “minuman gratis”. Linux itu 100% gratis, bukan shareware18. Meminjam kopian Linux dan menggunakannya pun masih termasuk legal, atau membeli CD-ROM Linux dengan hanya meng-ganti biaya pembakaran CD dan mungkin beberapa benda lain (manual, aplikasi bonus, dukungan teknis, dan lain-lain). Linux bahkan dapat diambil lewat Internet tanpa biaya tetapi akan menghabiskan waktu dan biaya pengambilan yang tidak murah.

  2. Linux siap pakai. Sistem operasi lain memberikan aplikasi awal yang sangat sedikit, mungkin editor teks, aplikasi grafis sederhana dan beberapa permainan dan pengguna harus membeli aplikasi-aplikasi tambahan lainnya. Linux memberikan hampir semua yang pengguna butuhkan dan inginkan, antara lain: variasi editor teks, aplikasi grafis kompleks, browser, permainan, apliksi kantor, aplikasi network, kompiler19, video, audio, dan masih banyak lagi dalam satu paket distribusi.

  3. Linux mudah diinstal. pasti banyak orang yang protes mengenai hal ini karena mitos umum adalah Linux sangat sulit diinstalasi, tetapi mungkin ini adalah Linux 3 atau 4 tahun lalu. Bacalah instruksi dengan baik dan ketahuilah jenis perangklat keras yang dipunyai maka…

  4. Tidak ada hal yang menjadi sulit. Beberapa kesulitan dapat diatasi dengan berdiskusi antar pengguna Linux baik melalui mailing list atau pun menghubungi Kelompok Pengguna Luinux di kota masing-masing.

  5. Linux multitasking. Linux dapat menjalankan beberapa aplikasi dalam waktu yang sama dan masing-masing aplikasi juga dapat melakukan beberapa pekerjaan dalam waktu yang sama (multithreading).

  6. Linux multiuser. Lebih dari satu orang dapat memakai Linux pada pada saat yang bersamaan dan hal ini tentunya dapat dilakukan dalam lingkungan jaringan komputer.

  7. Linux handal. Linux dapat menangani situs web yang mendapat akses jutaan per hari. Dengan tambahan peralatan Linux dapat berkompetisi dengan super-komputer berharga jutaan dolar. Banyak komputer Linux yang berjalan selama tahunan tanpa pernah sekalipun crash dan ini menunjukkan kehandalannya.

  8. Linux fleksibel. Linux tidak peduli apabila dipakai bukan dengan komputer terhebat di pasaran. Ia berjalan dengan baik dengan apapun yang ada misalnya dengan komputer 486 dan memori 8MB. Linux juga dapat berjalan dengan harddisk 50 MB tanpa grafis bahkan untuk sekedar perawatan Linux dapat berjalan dengan hanya satu disket saja.

  9. Linux kompatibel. Linux dapat dijalankan di berbagai jenis komputer seperti 386/486/Pentium PC, Macintosh dan PowerPC bahkan komputer Alpha dan SPARC. Linux juga mampu menangani multi prosesor dan mampu menangani hampir semua kartu audio dan video. Linux dapat diinstalasi di harddisk berisi Windows/ DOS (selama masih ada ruang sisa) dan tidak mempengaruhi kinerja keduanya. Linux punya tampilan grafis. Banyak orang (terutama reporter) sepertinya berpikir bahwa Linux itu tidak mempunyai tampilan grafis. Padahal tidak hanya mempunyai satu GUI (Graphical User Interface), tapi Linux mempunyai lusinan GUI. Ingin tampilan seperti Windows 3X, Windows 9X, atau Macintosh, Linux bisa menyediakannya.

  10. Linux aman. Selain fakta keuntungan keamanan jaringannya, Linux juga aman untuk penggunaan rumahan. Hanya dengan beberapa persiapan sekuriti dan pengguna rumahan akan aman terhadap virus, lagipula virus tidak dapat mengganggu banyak pada komputer Linux. Apabila pengguna menciptakan account sendiri untuk penggunaan sehari-hari maka sangatlah mustahil untuk melakukan sesuatu yang bodoh seperti memformat harddisk tanpa sengaja.

  11. Linux bebas. Tidak seperti sistem operasi pada umumnya, Linux adalah aplikasi gratis. Untuk tambahan penjelasan pertama di atas maka pikirkan “kebebasan berbicara”. Linux disebarkan dengan kode program-nya. Mungkin ada yang berpikiran, “Untuk apa? Saya bukan pemrogram!” Tetapi dengan terdistribusinya kode pembuatan maka tidak ada pihak yang dapat mematikan Linux dengan alasan apapun.

  12. Linux tidaklah sempurna. Tidak akan jujur sebuah pernyataan apabila tidak mengungkapkan kelemahan. Dengan mengetahui kelemahan Linux maka pengguna dapat mengetahui sejauh mana Linux dapat dikembangkan dan jangan khawatir dari hari ke hari kelemahan Linux makin berkurang (terbukti dengan GUI Linux).

Tidak ada yang sempurna di dunia ini. Demikian pula halnya Linux. Akan tetapi banyaknya keunggulan Linux di atas tampaknya lebih dari cukup untuk membuka pandangan kita. Dengan begitu banyaknya kelebihan Linux, diharapkan bisa menjadi alternatif sistem operasi yang aman, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan.

C. Urgensi Pemanfaatan Linux

…menurut versi BSA (Bussiness Software Alliance—penulis), Indonesia termasuk ke dalam lima besar negara yang paling banyak melakukan pembajakan.20

Predikat sebagai negara pembajak software tentu dapat merendahkan martabat bangsa. Lantas, bila ingin membeli harganya terlalu mahal. Murahnya Linux dan banyak kelebihan lain menyebabkan pemanfaatan Linux tidak dapat ditunda lagi.

Tetapi kelebihan-kelebihan Linux yang sudah dipaparkan tidak lantas membuat orang memakainya. Seringkali orang masih ragu dan takut mencoba. Sebab, kelebihan-kelebihan tadi masih dirasa abstrak. Berikut ini contoh nyata yang bisa menghilangkan keraguan kita akan performa Linux.

…solusi open source jauh lebih dulu menyediakan GUI berbahasa Indonesia daripada propietary. Solusi server open source andal, sehingga dipilih oleh www.presidensby.info sebagai infrastruktur utama.21

Kekhawatiran akan kurangnya dukungan terhadap Linux juga tidak dapat dijadikan alasan lagi. Karena:

Linux telah mulai didukung perusahaan besar seperti IBM, Informix, SyBase, Oracle, Corel, Intel, Sun Microsystem, Compaq, Dell, dan sebagainya.22

Tidak hanya dukungan dari perusahaan besar, Linux juga sudah didukung oleh pemerintah Indonesia sebagai solusi maraknya pembajakan.

Akhir bulan Agustus 2004 yang lalu, gubernur California, Arnold Schwarzenegger yang dikenal sebagai Terminator membuat satu pernyataan yang cukup kontroversi, yaitu menghimbau seluruh jajarannya untuk memotong anggaran belanja negara dengan menggunakan program open source. Itu berarti menghentikan dukungannya terhadap Microsoft, mengikuti beberapa negara bagian Amerika yang sudah sejak beberapa lama membentuk Government Open Code Collaborative Repository(http://www.gocc.gov)

Indonesia juga tidak kalah dengan gerakan Mr. Terminator tersebut, karena satu bulan sebelumnya, yaitu pada 1 Juli 2004, lima menteri di pemerintahan Megawati yaitu Menteri NegaraRiset dan Teknologi, Menteri Negara Komunikasi dan Informasi, Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara, Menteri Kehakiman dan HAM, serta menteri Pendidikan Nasional secara resmi menyatakan akan menggalakkan penggunaan standar software terbuka melalui gerakan Indonesia Go Open Source (IGOS) yang konon dapat menghemat belanja sampai 20 triliun rupiah.23

BPS (dan STIS sebagai penyangganya) adalah lembaga yang berkecimpung dalam pengolahan data makro. Kekuatan dan kehandalan komputer tentunya menjadi salah satu faktor kunci dalam pengolahan data tersebut. Sebagai BUMN yang memiliki track record komputasi terbaik, seharusnya BPS mampu melihat potensi besar ini.

BPS memang sudah lebih open source daripada proyek IGOS. Sebab, BPS sudah memakai Linux Fedora dan Gentoo sebagai server email dan proxy. Stabilitas Linux dan harga yang murah menjadi pertimbangan utama.24 Akan tetapi mengapa belum diaplikasikan ke PC-PC klien? Kemudahan dalam menggunakan suatu aplikasi hanyalah faktor kebiasaan. Migrasi ke solusi open source juga dapat dilakukan secara bertahap. Kinerja yang baik dan performa Linux yang handal dapat meningkatkan produktivitas BPS. Aplikasi substitusi pun sudah banyak tersedia.

Beberapa tahun yang lalu mungkin sulit mencari pengganti aplikasi yang biasa kita pakai di Windows dalam platform Linux. Namun kini bahkan ada banyak pilihan aplikasi yang dapat menggantikannya.

Berbagai paket Office kini dapat kita temukan. Diantaranya ada Open Office, StarOffice, Koffice, Gnome Office, dan Corel Word Perfect. Paket ini datang dengan word processor (semacam Word), spreadsheet (semacam Excel), presentation (semacam PowerPoint), dan terkadang ditambah beberapa aplikasi lainnya. Ada pula kelompok LaTex yang sangat powerful untuk pembuatan dokumen ilmiah.

Adobe telah menyediakan Acrobat Reader versi Linux. The GIMP dapat menggantikan Photoshop sebagai sebuah pengolah gambar yang kompleks. Aplikasi multimedia untuk mendengarkan musik atau menonton video bisa ditangani oleh Mplayer, Totem, Xine, Amarok, Kaffeine dan lain-lain.

Alih-alih menggunakan Visual Basic dalam pemrograman, kita bisa menggunakan Gambas, Java, Phyton atau C++. Atau daripada menggunakan SQL Server untuk database, kita bisa menggunakan MySQL, PostgreSQL, dan lain-lain. Bagi yang menyukai .NET juga sudah tersedia Mono. Perancangan dan pembuatan diagram seperti flowchart, DFD dan UML dapat dilakukan oleh Dia atau Visual Paradigm for UML.

Luasnya operating system yang dapat mengoperasikan Stata menyebabkan Stata menjadi salah satu standard yang dipergunakan oleh perusahaan terkenal dunia seperti World Bank, Philips, beserta universitas terkenal dunia. Operating sytem dalam kelompok Windows: Windows ME/98/95/2000/NT, Operating system Macintosh, Unix, Linux baik untuk Power Macintosh maupun Intel, HP-UX, AIX, Solaris (SPARC), Digital Unix, yang kesmuanya untuk penguna tunggal maupun pengguna dalam sistim networking.25

Aplikasi geocomputing seperti GIS dapat diwakili oleh Gpsdrive.26 Stata dapat menggantikan SPSS untuk analisis statistik. Bagi yang tetap ingin sesuatu yang mirip dengan SPSS juga tersedia SalStat.27

Selama ini proses pembelajaran di STIS (di laboratorium komputer) masih banyak menggunakan aplikasi berbasis Windows. Hadirnya aplikasi-aplikasi pengganti di atas juga mendorong urgensi pemanfaatan Linux di STIS. Alasan seperti tidak adanya aplikasi tertentu di Linux tidak lagi valid. Pembelajaran pemrograman, database, sistem operasi, dan statistik tidak lagi harus dijalankan di atas platform Windows.

Menurut DR Hasyim Gautama, SDM di BPS yang mengerti Linux masih sangat sedikit, tetapi untuk orang jaringan harus tahu.28 Sebagai penyedia SDM untuk BPS, STIS perlu memperhatikan hal ini. Selain itu, sebagai sebuah institusi pendidikan, seharusnya STIS lebih cepat mengadopsi teknologi baru.

Institusi pendidikan harus berfungsi sebagai lembaga riset. Linux dan open source memungkinkan STIS membangun aplikasi dan sistem dengan teknologi terbaru sesuai kebutuhan BPS. Aplikasi dan sistem yang dibangun dengan matang tentu akan membawa manfaat lebih besar. Selain itu, dengan membangun sendiri, kita telah berperan sebagai produsen. Kita tidak lagi hanya menunggu dan menjadi konsumen.

BAB IV

ANALISIS SWOT

PADA PEMANFAATAN LINUX

A. Metode SWOT dan Deduksi

      1. Buku A Guide to the Project Management Body of Knowledge, (PMBOK® Guide) menyebutkan analisis SWOT sebagai:

      2. Information gathering technique examines the project from the perspective of each project’s strengths, weaknesses, opportunities, and threats to increase the breadth of the risks considered by risk management.29

Sebuah teknik pengumpulan informasi dengan melihat kekuatan (strength), kelemahan (weakness), kesempatan (opportunities) dan ancaman (threats)yang ada dalam penerapan suatu proyek. Informasi yang terkumpul akan kita pilah-pilah dalam bentuk tabel SWOT. Dengan pemilahan informasi tersebut kita dapat meningkatkan keluasan pertimbangan resiko dalam penerapan sesuatu. Teknik ini akan kita gunakan untuk mengukur resiko pemanfaatan Linux di lingkungan STIS dan BPS.

Deduksi merupakan bentuk inferensi yang bertujuan menarik kesimpulan—kesimpulan ini haruslah sebagai akibat dari alasan-alasan yang diajukan. Alasan-alasan ini dikatakan mencerminkan suatu kesimpulan dan memberikan suatu bukti. Ini adalah hubungan antara alasan dan kesimpulan yang lebih kuat daripada dalam induksi.30

Selanjutnya hasil analisis SWOT tersebut akan kita simpulkan dengan menggunakan penalaran deduksi. Tabel SWOT yang berisi informasi yang sudah dikategorikan akan menjadi alasan yang digunakan dalam teknik inferensi ini.

Tabel SWOT Pemanfaatan Linux di STIS dan BPS31

Strength

Weakness

Kita dapat memperkirakan bahwa resiko pemafaatan Linux relatif kecil. Hal ini dapat kita simpulkan dari banyaknya unsur positif dalam pemanfaatan Linux daripada unsur negatifnya. Perlawanan dari Microsoft dan adanya software non-GPL (General Public License) yang tidak open source dapat dilawan oleh adanya dukungan pemerintah dan vendor-vendor besar (IBM, Intel, Dell, dan lain-lain). Dengan resiko yang minimal, dengan demikian pemakaian Linux tidak akan terlalu bermasalah.

B. Alternatif Solusi

Beberapa solusi yang dapat diajukan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas penggunaan Linux adalah dengan menambahkan Linux dalam kurikulum. Linux dijadikan salah satu bahasan penting, seperti halnya juga bahasan sistem operasi lain seperti Windows. Dengan cara ini diharapkan mahasiswa bisa memanfaatkan ilmunya di dunia kerja nanti dan menjadi lebih kreatif. Namun, hal pertama yang harus mendapatkan perhatian adalah dengan menambahkan Linux di laboratorium komputer STIS. Dengan begitu, mahasiswa mempunyai akses pembelajaran Linux secara keseluruhan; bukan hanya teori di kelas saja, tapi juga disertai dengan praktek di laboratorium.

Budi Rahardjo32 mengatakan:

Ada beberapa orang yang berpendapat bahwa sekolah ilmu komputer tidak diperlukan di Indonesia. Mereka berpendapat demikian setelah melihat bahwa banyak progammer di Indonesia yang tidak memiliki latar belakang pendidikan formal di bidang Ilmu Komputer (computer science) atau yang sejenis. Jika memang demikian, apa gunanya seolah ilmu komputer?

Memang banyak orang yang (merasa) pandai membuat program tanpa memiliki dasar ilmu komputer. Namun, mereka ini sebetulnya hanya cocok untuk membuat program dalam skala yang kecil. Begitu mereka diminta untuk membuat program dalam skala besar, maka hasilnya tidak baik. Ada program yang berjalan sangat lambat dan bahkan tidak dapat digunakan dalam skala yang besar. Misalnya, programnya jalan untuk 100 pengguna, akan tetapi menjadi gagal berfungsi jika digunakan untuk 1000 pengguna.

Kalau dianalogikan dengan dunia arsitektur atau sipil, ini sama dengan orang biasa yang merasa bisa mendesain dan membangun rumah. Banyak orang yang mendesain dan membangun rumahnya sendiri. Hal ini memang masih bisa untuk rumah yang kecil atau bahkan dua tingkat. Akan tetapi orang yang bersangkutan tidak dapat digunakan untuk mendesain dan membangun hotel dengan 20 lantai dan ratusan kamar.

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

  1. Penggunaan Linux di STIS masih berupa wacana dalam mata kuliah Sistem Operasi.

  2. Penerapan Undang-undang Hak atas Kekayaan Intelektual (UU HaKI) pada 29 Juli 2003 seharusnya membuka mata kita untuk mencari alternatif sistem operasi lain yang murah tetapi dapat diandalkan, mudah digunakan, dan aman dari gangguan virus.

  3. Murahnya Linux dan banyak kelebihan lain menyebabkan pemanfaatan Linux tidak dapat ditunda lagi.

B. Saran

  1. Sebagai sebuah institusi pendidikan, seharusnya STIS lebih cepat mengadopsi teknologi baru.

  2. Institusi pendidikan harus berfungsi sebagai lembaga riset. Linux dan open source memungkinkan STIS membangun aplikasi dan sistem dengan teknologi terbaru sesuai kebutuhan BPS.

DAFTAR PUSTAKA

A. Buku

Brunner, Laurel dan Zoran Jevtic. 1998. Mengenal Internet for Beginners. Bandung: Mizan.

Cooper, Donald R. dan C. William Emory. Metode Penelitian Bisnis, Jilid 1, Edisi Kelima. Erlangga: Jakarta.

Hosea, Donny. 2001. Statistik Menggunakan Stata 7.0: Singkat Tepat Jelas. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Hariyanto, Bambang. 2005. Sistem Operasi: Edisi Kedua. Bandung: Informatika.

Keraf, Gorys. 1984. Komposisi: Sebuah Pengantar Kemahiran Bahasa. Flores: Nusa Indah.

Nadjib, Emha Ainun. 1995. Opini Plesetan. Bandung: Mizan.

Prayitno, Warso dan I Made Wiryana. 2002. Be LINUXer with Mandrake 8.0. Yogyakarta: Penerbit ANDI.

Team Lib. 2004. A Guide to the Project Management Body of Knowledge, (PMBOK® Guide). Pennsylvania: Project Management Institute.

B. Majalah

Jawaban untuk HaKI: Linux”. Majalah InfoLINUX, Juni, 2003 .

Mengenal Sistem Operasi UNIX-Like”. Majalah InfoLINUX, Januari, 2001.

PC Market”, Majalah PCMedia. Edisi April 2007.

Gunung Sarjono, ”Proxy Server: Apa dan Bagaimana”, PCMedia, April, 2007.

Noprianto, “.NET di Linux”, Majalah InfoLINUX, Februari, 2007.

________, “Linux untuk Generasi Penerus Bangsa”, Majalah InfoLINUX, Juli, 2004.

Rahardjo, Budi. “Perlukah Sekolah Ilmu Komputer?”, Majalah InfoLINUX. Mei, 2005.

Sunggiardi, Michael S. “Open Source = Cut Budget?” Majalah Info LINUX. Oktober, 2004.

Supriyanto, “Migrasi Radikal ke Linux”, Majalah InfoLINUX. November, 2006.

Wiryana, I Made. “The Girl from Ipanema dan Linux”. Majalah InfoLINUX. Juni, 2005.

______________. “Tiup Lilin di tengah MoU Siluman”. Majalah InfoLINUX. Januari, 2007.

C. Internet

www.linux.org

1 Lisensi resmi Microsoft Windows XP Professional with SP2 untuk satu komputer adalah

US$ 295 atau sekitar Rp 2.655.000 dengan asumsi kurs $1 = Rp 9.000 (“PCMarket”, Majalah PCMedia April, 2007, halaman 184)

2Sumitro Rustam adalah mantan Direktur Indosat, Direktur PT Pos Indonesia, sekarang Komisaris PT Pos Indonesia yang aktif menyarankan Linux sebagai solusi UU HaKI.

“Jawaban untuk HaKI: Linux”. Majalah InfoLINUX, Juni, 2003, hal. 32

3Ibid.

4I Made Wiryana, Kata Pengantar Pakar, Be LINUXer with Mandrake 8.0 (Penerbit ANDI, 2002), hal. x

5 GNU adalah singkatan dari GNU Not Unix. Proyek ini diluncurkan tahun 1984 untuk mengembangkan sistem operasi unix-like yang lengkap, dengan kata lain, GNU System. Salah satu varian GNU ini menggunakan kernel Linux, sehingga sering disebut sebagai GNU/Linux.

(Mengenal Sistem Operasi UNIX-Like”. Majalah InfoLINUX, Januari, 2001, Hal. 11-12)

6Konsep open source akan dibahas di Bab III—penulis.

7Crash atau down adalah kondisi komputer sangat lambat atau tidak bisa dipakai sama sekali— penulis.

8Sumber daya komputer dibagi menjadi dua yaitu sumber daya fisik dan sumber daya abstrak. Sumber daya fisik, misalnya: keyboard, mouse, layar monitor, memori, harddisk, scanner, dan sebagainya. Sedangkan sumber daya abstrak terdiri dari data dan program. Bambang Hariyanto, Sistem Operasi (Informatika, 2005) hal. 19-20

9 Dirangkum dari hasil wawancara penulis di BPS Pusat, pada tanggal 11 Juni 2007.

10 “…server adalah komputer induk yang melayani komputer lain, sedangkan klien adalah komputer yang memanfaatkan komputer server.” (Laurel Brunner dan Zoran Jevtic, Mengenal Internet for Beginners. (Mizan, 1998) hal. 31

Email server berguna untuk melayani akses email keluar masuk, juga dapat berguna untuk menyaring email yang berisi iklan—penulis.

11 “Proxy server mula-mula dikembangkan untuk menyimpan halaman web yang sering diakses. Dengan menyimpan halaman tersebut pada server lokal, proxy dapat menghilangkan akses internet yang berlebih untuk mengambil kembali halaman yang sama berulang-ulang.”

(Gunung Sarjono, ”Proxy Server: Apa dan Bagaimana”, PCMedia, April, 2007, hal 142)

12Diasumsikan kurs dolar US$ 1 = Rp 9.000 (”PCMarket”, Majalah PCMedia,April, 2007, halaman 184)

13Dirangkum dari hasil wawancara penulis di BPS Pusat, pada tanggal 11 Juni 2007.

14Mengenal Sistem Operasi UNIX-Like”. Majalah InfoLINUX, Januari, 2001, hal. 11-12

15Bahasa manusia yang dimaksud adalah bahasa Inggris, sebab kebanyakan pembuat komputer pertama menggunakan bahasa Inggris. Bahasa pemrograman dapat dipelajari setiap orang yang berminat dengan modal bahasa Inggris dan logika pemecahan masalah.

16 I Made Wiryana. “The Girl from Ipanema dan Linux”. Majalah InfoLINUX. Juni, 2005, hal 10

17 “Mengenal Sistem Operasi UNIX-Like”. Majalah InfoLINUX. Januari, 2001, Hal. 11-12

18 Shareware adalah program yang diberikan secara gratis namun hanya untuk uji coba. Biasanya ada pengurangan fungsi program atau pembatasan masa pakai pada aplikasi ini—penulis.

19Browser adalah program untuk mengakes internet di PC klien. Aplikasi network dipakai untuk menghubungan, mengelola, dan melakukan kegiatan dalam suatu jaringan komputer. Kompiler adalah program yang menterjemahkan kode-kode program dalam bahasa yang mendekati bahasa manusia menjadi kode-kode biner yang dimengerti komputer.

20 Supriyanto, ”Migrasi Radikal ke Linux”, Majalah InfoLINUX. November 2006, hal. 42

21 I Made Wiryana, “Tiup Lilin di tengah MoU Siluman”. Majalah InfoLINUX. Januari, 2007, hal. 10

22 Hariyanto, Bambang. Sistem Operasi (Informatika, 2005) hal. 52

23 Michael S. Sunggiardi. “Open Source = Cut Budget?”, Majalah Info LINUX. Oktober, 2004, hal. 12

24 Dirangkum dari hasil wawancara penulis dengan DR. Hasyim Gautama, Sub Direktorat Jaringan dan Komunikasi Data, di BPS Pusat, pada tanggal 11 Juni 2007.

25 Donny Hosea. Statistik Menggunakan Stata 7.0: Singkat Tepat Jelas. (Elex Media Komputindo, 2001), hal. viii

26 Contoh aplikasi yang disebutkan di atas disarikan dari Noprianto, “Linux untuk Generasi Penerus Bangsa”, Majalah InfoLINUX, Juli, 2004. hal. 42-43; Supriyanto, “Software”, Majalah InfoLINUX, November, 2006, hal. 23; dan Noprianto, “.NET di Linux”, Majalah InfoLINUX, Februari, 2007, hal. 30)

27 Keterangan lebih lanjut mengenai SalStat bisa diperoleh di www.linux.org

28 Dirangkum dari hasil wawancara penulis di BPS Pusat, pada tanggal 11 Juni 2007.

  1. 29 Team Lib. A Guide to the Project Management Body of Knowledge, (PMBOK® Guide), (Project Management Institute, 2004), hal. Definitions.

30Donald R. Cooper dan C. William Emory. Metode Penelitian Bisnis, Jilid 1, Edisi Kelima. (Erlangga), hal. 27.

31Tabel SWOT ini disusun berdasarkan paparan penulis pada bab-bab sebelumnya.

32 Budi Rahardjo, “Perlukah Sekolah Ilmu Komputer?”, Majalah InfoLINUX. Mei, 2005, hal. 11

ILMU SEBELUM SEMUANYA December 28, 2007

Posted by asakuratorvald in About Islam.
Tags: ,
add a comment

Saudaraku, pernahkah kita melakukan sesuatu tanpa didasari ilmu? Apakah kita bisa berbicara bila orangtua kita tidak pernah mengajarkannya? Apakah kita bisa mengerjakan soal ujian yang tidak pernah diajarkan atau dipelajari sebelumnya? Lalu, apakah kita bisa memperbaiki komputer atau motor yang rusak bila belum pernah tahu bagaimana caranya? Apakah kita bisa melakukan sholat atau menunaikan ibadah haji tanpa tahu caranya?

Tentu saja jawabannya tidak bisa. Kita tidak akan bisa melakukan semua itu tanpa ilmu. Sebab, kita semua dilahirkan dalam keadaan tidak memiliki ilmu. Namun, kita memiliki potensi untuk menerima ilmu. Potensi tersebut antara lain refleks dan otak yang dikaruniakan kepada kita. Saudaraku, otak manusia memiliki kemampuan yang luar biasa untuk menyimpan atau mengolah segala sesuatu.

Nah, sudahkah kita memanfaatkan seluruh kemampuan otak kita? Apa sajakah yang telah tersimpan di otak kita? Apakah otak kita telah terisi dengan ayat al-Quran dan lafal hadits? Ataukah terisi dengan rumus-rumus fisika, kimia, atau statistik? Ataukah hanya terisi oleh hal-hal yang kurang berguna? Penelitian selama ini menyatakan bahwa kebanyakan manusia hanya menggunakan 2% dari seluruh kemampuan otaknya. Einstein yang jenius pun kabarnya hanya menggunakan tidak lebih dari 10% dari kemampuan maksimum otaknya.

Saudaraku, mari kita manfaatkan apa yang telah dikaruniakan Allah kepada kita. Mari kita perluas ilmu yang telah kita miliki. Jangan pernah puas dalam menuntut ilmu. Sebab, dengan semakin luasnya ilmu yang kita miliki, semakin banyak pula hikmah yang kita dapat. Semakin banyak pula manfaat yang bisa kita berikan kepada umat. Karena dengan semakin luasnya ilmu, semakin beragam pula karunia Allah yang bisa kita manfaatkan. Agar lebih bersemangat, mari kita simak terlebih dahulu keutamaan-keutamaan orang yang berilmu. Renungkanlah firman Allah berikut,

 Nabi mereka mengatakan kepada mereka: “Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu.” Mereka menjawab: “Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang diapun tidak diberi kekayaan yang cukup banyak?” Nabi  berkata: “Sesungguhnya Allah telah memilih rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa.” Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Luas Pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui. (Q. S. Al-Baqarah, 2: 247)

Apa hikmah dari kisah Thalut yang diabadikan dalam ayat di atas? Allah mengangkat Thalut sebagai raja bukan karena kekayaan. Tetapi karena luasnya ilmu yang dimiliki dan tubuhnya yang perkasa. Dan pilihan Allah pasti tidak akan salah. Terbukti, pada akhirnya Thalut berhasil memenangkan pertarungan melawan Jalut, meskipun dengan jumlah pasukan yang jauh lebih sedikit daripada pasukan Jalut. Ini karena ilmunya yang luas sehingga dapat menyusun strategi yang jitu. Orang yang hanya memiliki kekayaan saja tidak akan berhasil menjadi pemimpin. Sebab, seorang pemimpin harus memiliki pengetahuan. Kekayaan hanyalah sarana yang bisa dicari dengan ilmu. Dan ilmu akan selalu menjaga pemiliknya dari marabahaya yang datang dari mana saja. Sebab, dengan ilmu ia tidak mudah dikelabui atau ditipu. Karena ilmu yang dipunyai, ia juga selalu menemukan solusi cerdas terhadap setiap masalah.

Jadi, hanya orang yang berilmu saja lah ayang pantas dan akan diangkat menjadi pemimpin. Selain itu, orang yang memiliki ilmu pengetahuan akan ditinggikan derajatnya oleh Allah Swt. Simaklah firman Allah berikut,

…niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Q. S. Al-Mujadilah, 58: 11)

Kenyataan dari firman Allah di atas dapat kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari di dunia akademik. Seorang bintang kelas selalu disegani dan dihormati teman-teman sekelasnya. Ini dikarenakan nilainya yang seringkali lebih baik daripada teman-temannya. Seorang dosen lulusan S2 pasti menaruh hormat pada dosen lulusan S3. Namun, apakah ilmu akademik yang dimaksud dalam firman Allah tersebut? Ataukah ilmu yang lain? Ingat, dalam firman Allah di atas, yang akan ditinggikan derajatnya adalah orang yang beriman dan berilmu. Tidak hanya beriman saja, atau berilmu saja.

Rasulullah Saw pernah bersabda, “Barang siapa yang Allah kehendaki baginya kebaikan, maka Dia akan memahamkan baginya agamanya.” Jadi, sumber kebaikan bagi seseorang adalah kefahaman akan agamanya. Karena agama akan menjadi pedoman dalam bertindak dan bertingkah laku. Menjadi tolok ukur nilai-nilai moral. Sedangkan ilmu yang lain seperti ilmu kedokteran, teknik penerbangan, keuangan, dan lain-lainnya hanyalah sarana. Ilmu agama yang akan membimbing kita bagaimana seharusnya memanfaatkan ilmu kedokteran, pertanian, perdagangan, dan sebagainya.

Di tangan orang yang beriman, ilmu kimia dapat digunakan untuk mencari formula obat bagi orang yang menderita suatu penyakit. Namun, di tangan orang yang tidak beragama, ia bisa digunakan untuk membuat racun yang sangat mematikan. Ilmu perdagangan bisa saja digunakan untuk menipu orang lain. Bukan untuk meningkatkan perekonomian umat. Selanjutnya, mari kita lihat kalimat Ya’qub a.s yang Allah abadikan dalam firman-Nya berikut:

Dan Ya’qub berkata:  “Hai anak-anakku janganlah kamu  masuk dari satu pintu gerbang, dan masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berlain-lainan… (Q. S. Yusuf, 12: 67)

Apa yang dimaksud oleh ayat ini? Kita dapat menerapkan ini kepada anak-anak kita. Dalam hal ilmu duniawi seperti kimia, biologi, akuntansi, teknik komputer, kedokteran, dan lain-lain, maka bertebaranlah kalian dan perdalam pengetahuan kalian di bidang yang berbeda. Agar umat Islam memiliki orang yang ahli di setiap bidang. Akan tetapi, ilmu agama harus dimiliki oleh semuanya. Agar tidak salah dalam menggunakan ilmu tersebut.

Dan sebagai agama yang benar, tidak akan ada pertentangan antara ilmu agama dengan ilmu kedokteran, kimia, atau yang lainnya. Justru akan semakin dalam keimanan kita kepada Allah. Sebab, melalui ilmu kedokteran, kimia, geografi, astronomi, dan ilmu lainnya akan kita temukan kebesaran dan kekuasaan Allah. Jadi, mari kita tingkatkan pemahaman kita dalam soal aqidah, fiqih, dan sebagainya. Lalu kita perdalam juga ilmu di bidang yang kita minati. Agar rahmat Islam menyebar ke seluruh alam melalui ilmu yang kita miliki.

Akhirnya, jangan sampai kita berbicara atau melakukan sesuatu yang tidak kita ketahui ilmunya. Entah karena merasa gengsi atau malu jika tidak tahu atau tidak bisa. Tapi, jujurlah kalau memang tidak tahu. Namun, jangan hanya berhenti di situ. Teruslah cari dan gali apa yang tidak kita ketahui dan tidak bisa kita lakukan. Semoga rahmat Islam dapat menyebar ke seluruh dunia melalui otak dan tangan kita!